Ponpes MBS Klaten Wisuda Tahfidz Pertama

ponpes-mbs-klaten
SANTRI PENGHAFAL: 10 santri penghafal Al-Quran Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten, Minggu (21/7) diwisuda. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten menggelar wisuda Tahfidzul Qur’an pertama. Wisuda di GOR Gelarsena, Minggu (21/7) dihadiri 2.000 orang.
Ketua LP3M Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH.Yunus Muhammadi saat tabligh akbar usai wisuda mengatakan perkembangan pesantren Muhammadiyah luar biasa.” Tahun 2007 pesantren Muhammadiyah ada 63 dan kini mencapai 273, ” katanya di hadapan 2.000 hadirin, Minggu (21/7).

Acara dihadiri santri, pimpinan PDM Klaten, Majlis Dikdasmen PDM Klaten, pimpinan cabang, dewan pembina, LP2M, Ortom Muhammadiyah, PD ‘Aisiyah, PD NA Klaten, Hizbul Wathan, Tapak Suci, IPM, IMM, Muspika Kecamatan Klaten Utara, Ngawen dan Karanganom, Ponpes di Kabupaten Klaten dan lainnya. KH. Yunus mengatakan dengan perkembangan itu dibutuhkan banyak SDM untuk memenuhi kebutuhan pesantren. Salah satu solusinya dengan pengabdian santri. Dari 273 pesantren

Muhammadiyah baru MBS Klaten dan Darul Arqom Patean, Kendal yang mewajibkan pengabdian bagi santri. PP Muhammadiyah mengapresiasi perkembangan MBS Klaten yang semakin maju. Acara wisuda diawali pembacaan ayat Al qur’an oleh Syahrul Ifan santri kelas tiga MTs, menyanyikan lagu kebangsaan, lagu Sang Surya dan Mars MBS. Wisuda dipimpin Mudir MBS yang menyerahkan medali, piagam dan pemberian beasiswa.

Panitia wisuda, Yusuf Abadi, M.Pd.I menjelaskan 10 orang wisudawan tahfidz terdiri empat santriawan dan enam santriwati. Perkembangan MBS semakin maju dan memiliki tiga kampus. Kampus 1 di Jl Sersan Sadikin nomor 1 Sangkalputung, Klaten Utara, kampus 2 di Beku, Karanganom dan kampus 3 di Dusun Kemit, Kwaren, Ngawen. Tiga kampus itu terus membangun untuk melengkapi sarana dan prasarana.

Pilihan Tepat

Perwakilan Majlis Dikdasmen PD Muhammadiyah Klaten, Wildan Taufik mengatakan pesantren adalah salah satu pilihan tepat untuk menitipkan pendidikan anak di tengah kompleksnya pergaulan remaja. ” Di pesantren mendapatkan pembinaan intesif,” jelasnya.

Sepuluh santri yang diwisuda antara lain Luthfiyyah Nur Dzuriyah (Bayat), Hastin Widy Astuti (Bayat), Ariani Nur Rohmah (Ceper) Qonita Umi Rahmawati (Ngawen), Yuliana Eva Sari (Tulung), Hikmatud Diana (Tuban, Jawa Timur), M Ridho Ar-Rohman (Banjarbaru, Kalimantan Selatan), Taufiq Hanif Sholehudin (Bayat), Latfiansya Dzikri ( Kota Klaten) dan Mahfudzi Haitami (Banjarbaru, Kalimantan Selatan). Menurut Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) MBS, Zainuri Fatakh kepercayaan masyarakat semakin tinggi ke MBS.

Terbukti jumlah santri MTs dan Madrasah Aliyah sekitar 600 orang dengan 80 pengajar lulusan PTN, PTS dan PT luar negeri. Santri tidak hanya dari Klaten dan sekitar, tetapi ada dari Sumatera, Maluku, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

MBS bermisi mendisiplinkan akhlak dengan sistem asrama 24 jam, mengintergasikan kurikulum Kementarian Agama dan pesantren, membekali dengan 25 ekstrakurikuler, menjadikan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa percakapan dan menerapkan tahfid dan tafhim Al-Quran.Tahun 2017, MBS meraih enam prestasi besar tingkat Asia Tenggara, nasional maupun lokal. Tahun 2018 juga mengukir enam prestasi tingkat nasional dan regional. Mulai dari bidang ilmu pengetahuan, olah raga, MTQ dan lainnya. Masyarakat bisa melihat profil MBS di www.muhammadiyahboardingschool.com atau telepon kantor 0272-325845. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here