Taj Yasin  : Jumlah Calhaj Risti Jateng Terus Menurun

pesawat-pengangkut-haji-rusak
FOTO ILUSTRASI

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin melepas keberangkatan calon jamaah (calhaj) kloter 56 berasal dari Kabupaten Blora dan Rembang di Asrama Haji Donohudan Boyolali.
Dalam seremoni pelepasan jamaah Embarkasi Solo ini wagub menyampaikan sejumlah hal. Di antaranya tentang kondisi terkini calhaj Jateng dan beberapa pesan kepada petugas haji dan Tamu Alloh selama di Arab Saudi.

Taj mengatakan, jumlah calhaj yang masuk kategori risiko tinggi (risti) di Jateng sudah turun drastis.
“Dua tahun lalu sekitar 80 persen, risti (Jateng-red). 2018 turun menjadi 70 persen, tahun ini levelnya 60 persen,” jelasnya.

Taj menyaksikan dari tahun ke tahun jamaah yang berhaji mengalami peningkatan pesat. Jumlah yang sakit dan meninggal dunia juga bisa ditekan. Namun demikian, orang nomor dua di Jateng ini terus berpesan kepada calhaj agar senantiasa menjaga kesehatan, tolong menolong dan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan atau yang mendampingi.

“Saya mohon, jamaah haji saling menjaga, saling merawat, gotong royong.
Jateng dijaga namanya. “Dibetho ten Makkah. Kulo nyuwun ingakang nem (muda) mendamping jamaah risti, mulai dari melayani. Mungkin berat dalam melayani (jamaah risti-red) pergi dari pondokan ke Masjidil Haram, ini tolong dikerjakan dengan koordinasi baik.”

Kepada kloter 56, Putra KH Maimoen Zubair ini meminta jamaah yang berpengalaman di Makkah, dan yang sudah berhaji, bisa membimbing dan membantu yang belum berhaji.
“Semua petugas akan melayani calhaj mulai dari berangkat sampai pulang ke Tanah Air. petugas sudah mengikrarkan diri membantu calhaj,” kata Taj.

“Saya pernah merasakan manfaat calhaj dibantu petugas. Kalau ada urusan apa saja, kurang ibadahnya, cara dan tata cara beribadah sudah ada di kloter.
Insyaallah petugas siap melayani jamaah. Saya berharap jamaah dari kloter menunjukkan identitas Indonesia dan Jateng.”

Taj juga berpesan bahwa pelaksanaan haji ini adalah ibadah, bukan berwisata. Utamakan kegiatan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Kulo pesen niki mboten perjalanan pariwisata. Perjalanan pariwisata sitik sitik selfie, di sana perbanyak beribadah dan terus berdoa,” pungkasnya.

Sementara itu, Dari pemerintah provinsi (pemprov) Jateng tentu akan terus meningkatkan pelayanan kepada jamaah tiap tahunnya. Dimana dengan memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan oleh jamaah dan tentu fasilitas yang diberikan pemerintah saat ini belum maksimal. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here