Bawa Keranda, Ratusan Warga Desa Butuh Gelar Aksi Protes Hasil Pilkades

warga-butuh-boyolali-demo-pilkades
BAWA KERANDA: Pendemo membawa serta keranda dalam aksi menolak hasil Pilkades Butuh, Kecamatan Mojosongo di depan Gedung Setda Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.comRatusan warga Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo kembali menggelar aksi damai menolak hasil pilkades yang digelar Sabtu (29/6) lalu. Kali ini aksi langsung dilakukan di Gedung Setda Boyolali, Rabu (24/7).

Dalam aksi, warga pendukung salah satu calon, Jaka Marsila datang dengan menggunakan sepeda motor dan dua buah truk yang diberi pengeras suara. Warga juga membawa sejumlah poster bernada protes.

Antara lain berbunyi, Warga butuh keadilan dan kejujuran dan Kami menuntut kotak suara dibuka dan dilakukan hitung manual. “Kami hanya menuntut kotak suara dibuka dan dilakukan penghitungan suara secara manual. Apapun hasilnya, kami menerima,” ujar Wasino, salahs atu peserta aksi.

Aksi yang semula tenang sempat memanas ketika Camat Mojosongo, Eko Nugroho mengajak pesert aksi untuk berdialog. Syaratnya, mereka diminta menunjuk perwakilan, namun peserta aksi menolak dengan suara bernada protes.  Bahkan, peserta aksi berusaha merangsek masuk ke Gedung Setda. Namun sejumlah petugas kepolisian dari Polres Boyolali dan Polsek Mojosongo dibantu anggota Satpol PP langsung menghadangnya.

Hingga akhirnya disetujui penunjukan lima wakil dari pendemo yang dipimpin . Mereka berdialog secara tertutup di ruang Sekda Masruri. Hadir pula sejumlah pejabat antara lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermasdes) Purwanto dan Camat Eko Nugroho.

Ditemui usai dialog, Kepala Dispermasdes Boyolali, Purwanto mengungkapkan bahwa tuntutan peserta aksi untuk membuka kotak suara dan dilakukan penghitungan secara manual tidak bisa disetujui.

“Pembukaan kotak suara hanya bisa dilakukan dengan persetujuan hakim di pengadilan,” kata Purwanto.

Pelantikan kades

Pihaknya memberi waktu selama 30 hari terhitung sejak warga mengajukan aspirasi di Kantor Kecamatan Mojosongo tanggal 9 Juli lalu. Namun demikian, rencana pelantikan kades terpilih tetap berjalan yang direncanakan akan digelar antara tanggal 6 – 8 Agustus.

Kuasa hukum Jaka Marsila, Umar Januardi tetap memohon Bupati Boyolali, Seno Samodro untuk menyelesaikan sengketa Pilkades Butuh, Kecamatan Mojosongo. Pasalnya, hingga kini belum ada penetapan atau SK resmi kades di Desa Butuh.

“Penyelesaian dilakukan dengan cara membuka kotak suara dan melakukan penghitungan suara secara manual.”

Sebagaimana diketahui, pilkades e-voting Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo diikuti lima calon. Hasilnya, Agus Haryono meraih 864 suara, Joko Marsila 846 suara, Budi Pramono 3 suara, Dwi Santoso 2 suara dan Bambang Wartono 4 suara. (Joko Murdowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here