Gunung Sewu Diyakini Tetap Jadi Anggota Unesco Global Geopark

gunung-sewu-anggota-unesco
WAYANG KULIT : Dua assessor Unesco melihat kerajinan wayang kulit dari Kampung Wayang Kepuhsari di SMK Pariwisata Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (24/7). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.comGeopark Gunung Sewu diyakini akan tetap masuk dalam keanggotaan Unesco Global Geopark pada periode mendatang. Geopark yang berada di jajaran pegunungan dari Pacitan (Jatim), Wonogiri (Jateng) dan Gunung Kidul (DIY) itu mempunyai kelebihan tersendiri.
 
Assessor United Nations Organization for Education Science and Culture (Unesco) Javier Lopez Caballero dari Spanyol dan Arthur Agostinho De Abreu dari Portugal mengaku sangat senang mengunjungi Geopark Gunung Sewu. “Kami yakin, Gunung Sewu akan berlanjut menjadi geopark,” kata Arthur saat berkunjung ke SMK Pariwisata Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jateng, Rabu (24/7). 
 
Pihaknya mengapresiasi hubungan antara masyarakat dengan budaya dan alam di Gunung Sewu. Masyarakat menunjukkan tanggung jawab dalam memelihara warisan dunia di wilayah Gunung Sewu tersebut.
 
Salah satunya ditunjukkan dengan adanya sekolah pariwisata yang menyiapkan guru-guru profesional untuk menggelar pendidikan formal mengenai kebutuhan geopark. Hal itu menurutnya sangat bagus dan bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain.
 
Pihaknya akan menyelesaikan misi sebagai assessor di Gunung Sewu terlebih dahulu, selanjutnya melapor kepada Unesco. Laporan dari assessor itu akan dikaji oleh para dewan Unesco Global Geopark. Adapun keputusan apakah Gunung Sewu akan tetap menjadi anggota atau tidak, biasanya diumumkan akhir tahun.
 
Dia menerangkan, Unesco akan memberikan kartu hijau, kartu kuning, atau kartu merah setelah revalidasi. Kartu hijau berarti sebagian besar kegiatan dan perkembangan di geopark telah sesuai harapan.
 
Masuk tiga wilayah
 
Adapun kartu kuning berarti ada poin penting yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Jika memperoleh kartu kuning, revalidasi akan dilaksanakan dua tahun sekali. Apabila mendapatkan dua kartu kuning, kawasan tersebut akan dikeluarkan dari keanggotaan Unesco Global Geopark.
 
Namun, Arthur menekankan, kartu merah bukan merupakan hukuman. Sebab, jaringan Unesco Global Geopark itu seperti sebuah keluarga, di mana mereka saling mengingatkan atau memberi masukan. Geopark yang telah menerima kartu merah bisa mengajukan permohonan apabila ingin masuk dalam keanggotaan lagi.
 
Manajer 1 Geopark Gunung Sewu, Suharno mengungkapkan, tim assessor dari Unesco melakukan revalidasi selama lima hari, pada 21-25 Juli. Geopark Gunung Sewu istimewa karena berada di tiga wilayah kabupaten di tiga provinsi. Yakni Kabupaten Pacitan (Jatim), Wonogiri (Jateng) , dan Gunung Kidul (DIY). Alhasil, pengelolaannya dilaksanakan oleh gabungan dari tiga pemerintah kabupaten dan tiga provinsi tersebut. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here