Pasokan Air dari Bebeng Semakin Surut, BPBD Kirim 186 Tangki

pasokan-air-bebeng
BANTUAN AIR: Tim dari Suara Merdeka memberikan bantuan air ke bak penampungan di Desa Tegalweru, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comPasokan air bersih dari mata air Bebeng di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta ke warga Kabupaten Klaten terus surut. Surutnya pasokan disebabkan kemarau mendekati puncak.
Kepala Urusan Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu mengatakan debit air dari Bebeng terus menurun. ” Hanya tinggal sekitar 15-17 liter per detik,” jelasnya, Rabu (24/7).

Debit mata air dari wilayah tetangga itu sebelumnya di kisaran 21 liter per detik. Namun karena hujan semakin lama tidak turun dan air terus digunakan, pasokan lambat laun menurun. Dampaknya pasokan mulai tidak kencang dan warga harus berbagi dengan warga lain. Pasokan air dari DI Yogyakarta itu selama ini tidak saja diandalkan warga desanya tetapi tiga desa lain. Yaitu Desa Glagaharjo di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta; Desa Panggang, Kecamatan Kemalang dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Di desanya sebagian desa mendapat pasokan dari mata air itu. Namun sebagian masih membeli dan mengandalkan bantuan.

Harga air bersih di pertengahan musim kemarau sudah mencapai Rp 150.000-Rp 200.000 per tangki. Untuk penanganan kebutuhan air bersih dalam jangka panjang, desa sudah mengajukan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan disetujui. Program itu nilanya sekitar Rp 1,5 miliar yang berasal dari APBD dan dari APBDes.

Bukan Baru

Rencananya, kata Jainu, kegiatan itu akan dilakukan dengan memaksimalkan pasokan mata air dari Bebeng. Program tidak akan mencari mata air baru dan akan tetap mengandalkan air dari Bebang. Program itu akan menangani jaringan pasokan dan menejeme pengelolaan air. Selama ini salah satu kendala pasokan air adalah sudah banyaknya jaringan yang rusak sehingga berpotensi terbuang. Jenarto Jek, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang pasokan air utama warga dari mata air Bebeng di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mulai menyusut.

Warga sebagian ada yang mulai membeli air bersih. Harganya ada yang sudah mencapai Rp 200.000-Rp 250.000 per tangki ber kapasitas 5000 liter. Di desanya selama ini ada sebagian warga mengandalkan pasokan air dari mata air Bebeng di kabupaten tetangga.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan jumlah air bersih yang telah dikirim sebanyak 186 tangki dengan masing-masing berisi 5.000 liter. Kemarau diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Pengiriman akan terus dilakukan di 23 desa yang rawan krisis air bersih. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here