Seismograf Bakal Dipasangi Di Wonogiri

alat-sismograf-wonogiri
EKSPEDISI DESTANA : Para peserta Eskpedisi Destana mengikuti upacara penyerahan pataka dari Jatim ke Jateng di Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jatim, Rabu (24/7). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kabupaten Wonogiri, Jateng dalam waktu dekat ini akan menerima seismograf (alat pengukur gempa). Alat itu diperlukan untuk mengetahui kekuatan gempa yang terjadi. Pasalnya, kabupaten tersebut berada dekat dengan pertemuan antarlempeng benua yang berpotensi menimbulkan gempa bumi.
 
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto menerangkan, gempa bumi tidak bisa diprediksi dengan tepat kapan, di mana dan berapa kekuatannya. “Info yang beredar mengenai megathrust di selatan Jawa itu adalah potensi, bukan prediksi. Gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan dan di mana kejadiannya,” terangnya, baru-baru ini.
 
Meski demikian, potensi gempa perlu diantisipasi dengan melakukan sejumlah upaya, seperti mitigasi bencana, pelatihan tanggap bencana, membuat struktur bangunan tahan gempa dan sebagainya. “Wonogiri akan dapat seismograf untuk mengukur gempa,” ujarnya.
 
Sementara itu, tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melewati wilayah Kabupaten Wonogiri, Rabu (24/7). Konvoi tersebut menggelar upacara penyerahan pataka dari Jatim ke Jateng terlebih dahulu di Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jatim sebelum memasuki wilayah Wonogiri.
 
Setelah melintasi wilayah Wonogiri, konvoi akan singgah di Pantai Sadeng, Gunung Kidul, DIY. Adapun kegiatan di Wonogiri berupa pembekalan dan penilaian Destana tsunami di tiga desa, Kamis (25/7). Ketiga desa itu adalah Paranggupito, Gudangharjo, dan Gunturharjo.
 
Dia menerangkan, ketiga desa itu berpotensi terjadi tsunami karena berada di pantai selatan Jawa. “Ada 13 pantai di tiga desa itu yang berpotensi tsunami. Seperti Pantai Nampu, Pantai Sembukan, Pantai Kalimirah, dan sebagainya. Meskipun jauh dari permukiman dan terhalang tebing tinggi, namun tetap diwaspadai karena pantai-pantai itu dikunjungi wisatawan,” terangnya. (Khali Yogi)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here