Semoga Indonesia Tetap Damai

upacara-galungan-candi-cetho
HARI RAYA : Umat Hindu di Karanganyar mengikuti prosesi upacara Hari Raya Galungan di kompleks Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Rabu (24/7). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Perayaan Galungan di Candi Cetho

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com Ratusan umat Hindu di Karanganyar, mengikuti prosesi upacara Hari Raya Galungan di kompleks Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Rabu (24/7). 
Dimulai pukul 10.00, selama hampir satu jam, dengan khidmat dan khusyuk mereka melantunkan kidung dan memanjatkan doa, dipimpin seorang pemuka agama. Kekhusyukan mereka tidak terganggu aktivitas wisatawan, yang datang pada saat prosesi upacara berlangsung. 

Usai upacara, sesaji berupa nasi tumpeng berlauk ayam panggang dan beragam sayuran, dimakan bersama di halaman candi. Makan bersama tersebut merupakan ungkapan syukur dalam merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan), yang merupakan inti dari perayaan Galungan. 

Pemangku Adat Candi Cetho Mangku Gede Mahardika menuturkan, prosesi Galungan dimulai sejak sehari sebelum upacara, dengan membuat penjor dan memasangnya di beberapa lokasi. 
“Hari ini (kemarin, Red) puncak acaranya, dengan melaksanakan sembahyang dan dipungkasi dengan megibung atau makan bersama dari sesaji yang dibawa. Megibung ini simbol rasa syukur, karena telah memenangkan dharma atas adharma di dalam diri kami,” katanya.  

Dia juga berdoa, dari perayaan Galungan ini, diharapkan Indonesia ke depan tetap damai. “Kami umat Hindu selalu berdoa untuk kedamaian semua pihak. Pascapemilu, semoga semua anak bangsa kembali satu, untuk persatuan Indonesia,” tuturnya. (Irfan Salafudin) 

 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here