Triwulan, Pertemuan KONI Solo Raya

pertemuan-triwulan-koni-solo
Sejumlah pengurus KONI se-Solo Raya bertemu dalam forum silaturahmi di rumah dinas Wakil Wali Kota Surakarta, akhir pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pertemuan antarpengurus KONI se-Solo Raya bakal kembali digelar rutin dalam kurun waktu triwulan. Setelah berdiskusi di rumah dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta, Sabtu (20/7), mereka rencananya bertemu lagi di Klaten, tiga bulan mendatang.

‘’Rencana Oktober nanti, pengurus dari tujuh kota/kabupaten di eks-Karesidenan Surakarta berkumpul lagi di Klaten,’’ kata Sekretaris KONI Surakarta, Bambang Sugeng, Rabu (24/7).

Sebenarnya, Sukoharjo yang akan jadi tuan rumah berikutnya. Namun Ketua KONI Sukoharjo Sungkono dalam pertemuan di Solo, pekan lalu itu meminta agar lokasi pertemuan digeser dulu. Sebab dalam waktu tidak lama, Sukoharjo bakal memilih Ketua Umum KONI baru sehingga konsentrasi jajarannya akan terfokus pada musyawarah olahraga kabupaten tersebut. Karena itu, pihaknya meminta agar KONI kabupaten lain yang menjadi tuan rumah lebih lanjut.

‘’Maka kemudian pertemuan berikutnya disepakati untuk dialihkan ke Klaten. KONI Klaten juga menyatakan siap untuk menyelenggarakannya,’’ tambah dia.

Kegiatan Rutin

Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono mengungkapkan, pertemuan rutin dalam bentuk forum silaturahmi antar-pengurus KONI se-Solo Raya tersebut sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin sejak beberapa tahun lalu. Namun seusai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018, ajang tersebut sempat terputus.

‘’Beberapa ketua umum KONI di sejumlah kabupaten juga baru. Maka setelah sempat rehat, kami berinisiatif untuk melanjutkan kembali forum berkala tersebut,’’ tuturnya.

Melalui pertemuan tersebut dapat dilakukan diskusi menyangkut berbagai persoalan, antara lain berkait pembinaan atlet dan pola organisasi yang diterapkan. Dengan demikian, masing-masing pengurus KONI dapat saling belajar demi kemajuan olahraga yang dikelolanya.

‘’Atlet untuk cabang-cabang olahraga beregu, misalnya. Seandainya satu kabupaten hanya punya seorang atlet beregu yang bagus, kan lebih baik bergabung dengan daerah lain di eks-Karesidenan Surakarta ternyata punya tim. Jadi prestasi atlet yang sendirian itu, dapat terus berkembang,’’ ujar Gatot.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here