2.500 Ekor Anjing Dikonsumsi Setiap Bulan

AUDENSI : Perwakilan dari Animal Friend Jogja (AFJ), Dog Meat Free Indonesia (DMFI) audensi dengan Asisten II Sekda Sukoharjo di gedung Graha Satya Karya (GSK), Kamis (25/7). (Suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Tingkat konsumsi dan peredaran daging anjing di Kabupaten Sukoharjo terhitung cukup tinggi. Dalam satu bulan diperkirakan jumlah anjing yang disembelih mencapai 2.500 ekor.
Hal tersebut terungkap saat Animal Friend Jogja (AFJ) bersama dengan Dog Meat Free Indonesia (DDMFI) audensi dengan Asisten II Sekda Sukoharjo di Graha Satya Karya (GSK), Setda, Kamis (25/7). Among Prakoso, perwakilan dari AFJ mengatakan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, di Kabupaten Sukoharjo setidaknya terdapat warung yang menjajakan daging anjing sebanyak 28. Warung-warung itu tersebar di sejumlah wilayah dengan rata-rata perhari memotong tiga ekor anjing.
“Yang menjadi persoalan adalah, hewan itu termasuk dalam kategori hewan pembawa rabies (HPR) yang mestinya ada pengawasan. Di samping itu, hewan itu juga diperlakukan secara kejam sebelum disajikan dalam bentuk makanan,” ujar Among.
Dari penelusuran dan data yang dilakukan, kata dia, rata-rata anjing yang masuk ke Soloraya khususnya ke Sukoharjo, berasal dari daerah Jawa Barat. Yang mana, di daerah tersebut juga belum bebas dari rabies. Di samping itu juga sudah ada anjing yang masuk dari daerah Bali.
Melihat kondisi yang ada di lapangan seperti itu, kata dia, pihaknya mendorong agar pemerintah daerah ikut serta berperan aktif dalam memutus rantai penjualan anjing. Sebab selain untuk menjaga agar masyarakat terhindar dari penyakit rabies, anjing juga bukan termasuk dalam ketegori sumber pangan.
“Beberapa waktu lalu kami juga melakukan kampanye ini ke Pemkab karanganyar dan Pemkot Yogyakarta. Di dua wilayah tersebut pimpinan daerahnya menyambut positif bahkan di Yogyakarta sudah akan ada Perwali yang saat ini draftnya masih disusun,” ujarnya.
Karena itu pihaknya berharap ada tindakan yang nyata dari Pemkab Sukoharjo agar peredaran daging anjing dibatasi atau bahkan dilarang. Mustika dan Angelina, perwakilan lainnya menambahkan, ada perlakuan yang sangat kejam dilakukan oleh mereka yang mengais rejeki dari peredaran daging anjing. “Jadi sebelum diolah menjadi makanan itu, anjing dikarantina kemudian diperlakukan dengan sangat kejam sampai beberapa hari sebelum akhirnya disembelih,” ujar Mustika. (Heru Susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here