91 persen PAUD di Sukoharjo Kategori Ramah Anak

paud-ramah-anak-sukoharjo

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Sebagian besar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kaupaten Sukoharjo ramah anak. Ini merupakan hasil uji coba penilaian indek PAUD ramah anak yang dilakukan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK).

“Dari 32 lembaga PAUD yang tersebar di 12 kecamatan sekitar 91 persen telah memenuhi indicator PAUD ramah anak. Tentu kami sangat mengapresiasi ini,” ujar Direktur YSKK, Kangsure Suroto disela-sela diskusi memperingati Hari Anak Nasional 2019, kemarin.

Pada indeks PAUD ramah anak diukur berdasarkan empat aspek, yakni kebijakan PAUD ramah anak, kurikulum dan program, sarana dan prasarana serta pendidikan dan tenaga pendidikan dengan sekitar 70 indikator. Dari hasilnya itu masing-masing aspek memiliki tingkat  pemenuhan tinggi, seperti punya pembelajaran toilet training pada aspek kurikulum dan program. Pendidikan menyampaikan laporan hasil penilaian setiap anak didik kepada kepala sekolah, orang tua secara berkala pada aspek Pendidik dan Tenaga Pendidik.  

Lalu lantai ruang belajar atau kelas tidak licin, letak tempat cuci tangan terjangkau oleh anak, dan akses menuju lembaga PAUD mudah, seperti lokasi bisa dijangkau dengan sepeda motor pada aspek Sarana dan Prasarana. “Dari 32 lembaga PAUD yang menjadi responde setidaknya 100 persen telah memenuhi indicator yang ada. Bahkan mereka punya kebijakan tertulis soal jaminan makanan dan minuman sehat yang beredar di lingkungan sekolah,” papar dia.

PAUD ramah anak

Menurutnya, indikator dalam pemenuhan terendah itu pada aspek sarana dan prasarana yang terkait ketersediaan jalur evakuasi bencana. Itu belum dikenali semua warga sekolah atau lembaga PAUD, memang Sukoharjo itu merupakan wilyah yang aman tidak ada gunung atau laut.

“Tapi kan bencana kebakaran masih bisa terjadi, itu yang perlu diperhatikan. Hampir semua lembaga PAUD itu punya jalur evakuasi bencana,” terangnya. 

Dia, juga menilai belum banyak pendidik itu yang memahami tentang hak-hak anak. Berharap pemerintah bisa menginisiasi program peningkatan kapasitas bagai pendidik, tenaga pendidik atau pengawas. Pemerintah juga diminta untuk mengoptimalkan implementasi PAUD Ramah Anak.

“Hanya sekitar 13 persen pendidik yang paham soal itu.  Hak anak itu paling fundamental untuk mewujudkan PAUD yang berperspektif pada kebutuhan anak,” ujar dia. (Ari Welianto) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here