FST Jateng 2019, Hadirkan Tari Tradisi Dan Karya Tari

Festival-Seni-Tradisi-Jateng2
TARI TRADISI:Salah satu peserta Festival Seni Tradisi Jateng 2019 saat tampil di pendapa ageng TBS, Selasa malam lalu.(suaramerdekasolo.com/Sri Wahjoedi)

 

SOLO,suaramerdekasolo.com – Empat repertoar tari mengawali pembukaan Festival Seni Tradisi Jawa Tengah 2019 di pendapa ageng Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta(TBS), Selasa malam lalu. Keempat tarian yang tersaji merupakan bentuk tari tradisional yang berkembang di daerah dan menjadi ikon kesenian rakyat. Namun ada juga bentuk tari yang merupakan karya baru garapan koreografer.

Festival yang digelar sampai 26 Juli juga dimeriahkan dengan pameran seni rupa tradisi. Tidak hanya karya para perupa maupun perajin di Jateng, namun beberapa perupa dari luar Jateng ikut mengikutsertakan karyanya. Seperti dari Nganjuk, Bengkulu, Pacitan, Blitar, Denpasar maupun Tulungagung.

Berbagai bentuk seni rupa tradisi dipamerkan di Galery Seni TBS. Karya-karya itu antara lain bermacam motif batik, kerajinan perunggu, tembaga, wayang beber, kerajinan bambu dan kayu maupun kulit. Ada beberapa karya yang selama ini dikenal sebagai bentuk seni tradisi daerah, namun ada juga seni kriya sebagai salah satu bentuk inovasi dan kreativitas para perupa.

Gelaran festival tidak saja menampilkan tari tetapi juga musik tradisional maupun garapan baru. Pada malam pertama tampil Sanggar Lengger Bowo dari Sukoharjo yang mengusung tari berjudul Gumentenge Gong. Kemudian hadir tari Tiga Pahlawan Jepara dari Sanggar Puruhito Raras dari Jepara, disusul Lengger Topeng dari Sanggar Satria, Wonosobo dan tari Pandam Kurung Majapahit(Sanggar Hastamataya) Solo.

Festival-Seni-Tradisi-Jateng3

Dari empat repertoar itu, hanya satu yang merupakan tari tradisional yang berkembang di daerahnya yaitu Lengger Topeng. Sementara tiga tarian lainnya merupakan karya tari garapan yang tidak menjadi ikon seni daerahnya.

”Memang ada beberapa tarian yang merupakan karya baru sejumlah koreografer yang tidak mengakar dari tari rakyat. Kami sudah sampaikan kepada peserta agar mengusung tarian atau musik yang memang berkembang dan hidup di daerahnya,” kata Kepala Seksi Pameran dan Pertunjukkan Seni, TBS, Suparman.

Rabu malam tampil tiga penyaji yaitu dari Temanggung yang mengusung tari Kudho Rinenggo, Buto Gedrug dari Boyolali dan Tari Wonoboyo dari Solo.(Sri Wahjoedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here