Pelarangan Pedagangan Daging Anjing Meredup, Pemkab Tolak Cap Hangat-hangat Tahi Ayam

pedagang-sateg-gukguk
FOTO ILUSTRASI : republika

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sempat menjadi topik hangat di masyarakat, soal perdagangan dagin anjing yang mulai dilarang di Karanganyar, bak hangat-hangat tahi ayam. Kini perbincangan soal itu mulai meredup. Bahkan pedagang yang mulai beralih fungsi kembali berdagang daging anjing karena berdagang daging unggas tidak laku.

Asisten II Sekda Bidang Administrasi Pembangunan Siti Maisyaroch yang mengawal sejak awal kasus itu menampik mentah-mentah anggapan Pemkab Karanganyar hanya bersikap rog-rog asem, hangat-hangat tahi ayam saja.

‘’Kami serius dan kini sudah menyelesaikan Perbup serta sedang diteliti oleh Kabag Hukum untuk kemudian dimintakan tandatangan Bupati untuk pengesahan. Kami juga didukung Kementerian  Pertanian untuk menyelesaikan masalah itu dengan cepat. Sebab masalah daging anjing itu sudah menjadi isu dunia dari kelompok pecinta binatang,’’ kata dia, Kamis.

Bupati Juliyatmono juga terus menagih Perbup itu untuk disahkan, sebab dengan Perbup itu Pemkab akan memiliki peyung hukum untuk menuntaskan membina para pedagang satai anjing yang kini mulai berdagang lagi karena lamanya penindakan.

Maisyaroch mengatakan, pemkab tidak bisa berbuat banyak selama belum memiliki payung hukum tersebut. Bisanya hanya mengimbau saja kepada mereka para pedagang untuk menghentikan kegiatannya.

‘’Satpol PP sudah turun ke lapangan setiap hari untuk itu, namun bisanya menghimbau saja. Tidak bisa menindak, sebab memang para pedagang belum melanggar aturan, sebab aturannya belum ada. Sehingga Satpol PP hanya mengajak bicara dari hati ke hati saja,’’ ujarnya.

Usaha ditutup

Dalam minggu-minggu ini Perbup soal larangan menjual daging anjing ini akan keluar dan sudah ditandatangani Bupati, sehingga Satpol PP sudah memiliki dasar seandainya menutup warung sate anjing yang masih nekad berjualan.

Pemkab memiliki bukti tertulis kesediaan para pedagang satai anjing untuk menutup aktifitasnya, sebagai syarat menerima bantuan. Dan itu dijadikan dasar untuk memaksa mereka yang berjualan lagi dengan alasan sepi pembeli daging unggas.

‘’Kalau sudah ada Perbup itu, maka kita agak leluasa. Bagi yang nekat berjualan, sepanjang ada di wilayah Karanganyar, akan ditindak tegas.  Kita tetap ingin menjadi pelopor daerah lain memberantas perdagangan daging anjing itu . Sekarang daerah lain sudah mulai tergerak meniru dan mulai menutup warung satai anjing,’’ kata dia.

Setelah ini, Pemkab mulai melangkah untuk membuat Perda soal larangan berdagang satai anjing. Dan ini akan lebih detail dan lebih kuat lagi sehingga Satpol PP sebagai penyidik ASN akan melangkah lebih tegas lagi pada pedagang yang nekad. Untuk tahap awal Perbupsataih cukup.(joko dh)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here