Politisi PDI Perjuangan Teguh Prakosa, Pejabat Publik Achmad Purnomo Paling Familiar

survei-pilkada-solo-2020
SAMPAIKAN PAPARAN : Ketua Labioratorium Kebijakan Publik Unisri Solo, Dr Suwardi memaparkan hasil survei Pilkada Solo 2020, Kamis (25/7). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)


*Hasil Survei Kebijakan Publik Unisri

SOLO,suaramerdekasolo.com– Nama dua putra Presiden Joko Widodo Gibran dan Kaesang boleh tinggi dalam tingkat popularitas di mata warga Solo sesuai denga hasil survei Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Namun dalam perhelatan pemilihan kepala daerah semacam Pilkada Solo 2020 mendatang, penentu calon yang maju dalam pilkada 2020 adalah partai yang mendudukkan wakil-wakilnya di parlemen. Memang  perseorang boleh populer di tengah-tengah masyarakat, tetapi sesuai ketentuan hukum di NKRI mekanisme maju tidaknya perorangan ini harus melalui jalur politik yang memiliki power di parlemen. Kalau pakai cara lain, perundang-undangan di Indonesia mengatur tokoh perseorangan boleh maju lewat jalur independen.

Dan pihak yang memiliki keistimewaan ini tak lain adalah partai politik (parpol) yang bertanding dalam Pemilu 2019 lalu.
Lagi-lagi PDI Perjuangan adalah partai pemenangnya baik dari sisi perolehan suara pemilu maupun kursi di DPRD Surakarta (sekitar 30 kursi).

Mengacu pada hasil survei di atas nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa paling banyak disebut responden dalam sebuah wawancara. Padahal, faktanya kedua tokoh ini masih tercatat dan saat ini menjadi kader atau pengurus aktif banteng moncong putih di Kota Solo.

Ketua Laboratorium Kebijakan publik Unisri Dr Suwardi menerangkan, tingkat penerimaan responden empat tokoh memiliki tingkat yang tinggi.

“Wakil Wali Kota Achmad Purnomo 83 persen, disusul Gibran 61 persen, Teguh Prakosa 49 persen, dan Kaseang 36 persen,” katanya.

“Dari hasil riset ini kami menyimpulkan, nama Achmad Purnomo, Gibran, Teguh Prakosa memiliki perspektif kepemimpinan terbanyak. Kami tidak ada prestensi di luar kajian akademis.
Riset ini dikerjakan atas dasar ilmiah,” tegas Suwardi.

Seperti diketahui lembaga ini mempublikasikan hasil riset kepemimpinan Kota Surakarta 2020-2024, Kamis (25/7).
Hasil riset yang digelar selama satu bulan dengan metode teknk Delfi, FGD, dan survei menyebutkan dari 766 responden yang ditanya (100 persen) tentang sisi perspektif kepimpinan Kota Surakarta.

Calon dari kalangan pengusaha menduduki posisi 36 persen yang dikehendaki responden. Adapun calon kalangan dari pegawai negeri sipil (ASN) atau birokrat dikehendaki responden sebanyak 32 persen disusul politisi, akademisi, TNI, ulama dan polisi.

Hasil riset ini dipublikasikan ke jurnal ilmiah internasional,” ucap Suwardi yang didamping Rektor Unisri Prof Dr Ir Sutardi, dan bagian humas Suharno. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here