Ratusan Warga Desa Keposong Gelar Aksi, Tolak Penambangan Galian C

Warga-Desa-Keposong-tolak-penambangan-galian-c
BENTANGKAN SPANDUK: Warga Desa Keposong membentangkan spanduk bernada protes saat aksi menolak penambangan galian C di Kantor Kecamatan Tamansari, Boyolali, Jateng. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com– Ratusan warga Desa Keposong, Kecamatan Tamansari , Boyolali, Jateng menggelar aksi di halaman kantor kecamatan setempat, Kamis (25/7). Mereka mendesak penutupan penambangan galian C di lahan milik warga disana.

Selama aksi, warga membentangkan sejumlah spanduk bernada protes. Antara lain berbunyi, Seluruh warga menolak galian C, Seluruh dunia tidak cukup untuk satu orang yang rakus, kami menolak galian C di wilayah Desa Keposong.

Selama aksi, warga juga menggelar orasi secara bergantian yang intinya menolak kegiatan penambangan galian C di Desa Keposong. Alasannya, kegiatan penambangan tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan dan merugikan warga.

Aksi tersebut mendapat pengawalan jajaran kepolisian setempat. Bahkan, Camat Tamansari, Wurlaksono turut serta menemui para peserta aksi. Akhirnya, dilakukan dialog camat dengan perwakilan aksi.

Menurut Korlap Aksi, Suyadi yang juga warga Dukuh Kwarangan, Desa Keposong, kedatangan ke kantor kecamatan bertujuan mengantar perwakilan warga yang akan mediasi di kantor kecamatan.

“Warga sudah tak tahan merasakan dampak penambangan galian C di salah satu lahan di Keposong ini,” katanya kepada wartawan.

Pihaknya menegaskan, tuntutan warga tak bisa diubah lagi. Yaitu, tegas menuntut kegiatan galian C tersebut dihentikan. Kalau tak ada titik temu, pihaknya akan mengawal terus agar kegiatan penambangan tersebut tak bisa beroperasi lagi.

“Kami akan terus perjuangkan demi anak cucu. Kalau alam telanjur rusak, anak cucu bakal makan apa ?”

Terkait izin kegiatan penambangan tersebut, sesuai izin mencakup lahan seluas 5 hektare. “Namun kami sangsi dengan izin itu. Pasalnya, ada kejanggalan, utamanya tanda tangan dari warga sekitar. Banyak tanda tangan dipalsukan. Orang tua yang buta huruf, kok ada tanda tangannya.”

Langkah mediasi

Senada, Lumadi pemilik lahan dekat lokasi penambangan mengaku dirugikan dengan kegiatan penambangan galian C tersebut. “Kerugiannya, tanah saya di pojok dan sisi utara longsor. Takutnya, longsor bisa lebih parah, apalagi tei lahan terdapat jurang yang dalam.”

Camat Wurlaksono mengungkapkan, sesuai kesepakatan, bakal ada mediasi lanjutan pada tanggal 31 Juli mendatang. Dimana, penanggungjawab penambangan galian C akan menyampaikan beberapa usulan yang saling menguntungkan dengan warga.

“Nanti yang aktif ya harus penanggungjawab penambangan tersebut. Kalau warga tetap menolak, maka warga bisa mengajukan gugatan hukum karena penambangan itu memiliki izin dari Pemprov Jateng.” (Joko Murdowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here