Rp 10 Miliar untuk Gratiskan Seragam Sekolah

10-miliar-seragam-sekolah
PULANG SEKOLAH : Beberapa anak SD beristirahat sepulang sekolah di Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.comPemkab Wonogiri akan mengalokasikan dana untuk menggratiskan biaya pembelian seragam sekolah tahun 2020 mendatang. Pasalnya, pembelian seragam merupakan salah satu unsur yang menelan biaya besar bagi orang tua atau wali siswa.
 
Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengungkapkan, Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Wonogiri tahun 2020 telah disetujui DPRD Wonogiri.
 
Menurut Bupati, KUA-PPAS tersebut telah merepresentasikan arah kebijakan pemerintah yang promasyarakat. “Ada tanggung jawab dan komitmen pembangunan berkelanjutan yang promasyarakat,” katanya usai mengikuti sidang paripurna pembahasan rancangan KUA-PPAS tahun 2020 di DPRD Wonogiri, Kamis (25/7).
 
Dia mengungkapkan, program seragam sekolah gratis telah masuk dalam KUA-PPAS tersebut. Adapun dana yang disiapkan sebesar Rp 10 miliar. Dengan demikian, program seragam sekolah gratis kemungkinan besar bisa dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang.
 
Masyarakat tak mampu
 
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan VIV/Aids, kesetaraan gender dan sebagainya. “Itu dalam rangka menciptakan masyarakat yang berkesetaraan dan berkeadilan,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Bupati berpendapat bahwa biaya untuk membeli seragam sekolah cukup berat bagi masyarakat tidak mampu. Oleh karenanya, kebijakan seragam sekolah gratis dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan.
 
Pemkab Wonogiri sebelumnya juga telah mengalokasikan APBD sebesar Rp 28 miliar guna menyelenggarakan pendidikan dasar gratis SD dan SMP tahun ajaran baru 2018/2019. Tujuannya untuk menekan angka putus sekolah. Pasalnya, banyaknya keluarga miskin masih menjadi salah satu problem utama kabupaten tersebut. 
 
Tahun 2016 lalu, angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri mencapai 13,2%. Selanjutnya pada 2018, angka kemiskinan sudah bisa ditekan hingga 10,7%. Dia menargetkan tahun 2020 mendatang angka kemiskinan akan semakin turun hingga kisaran 9%. Adapun jumlah penduduk Kabupaten Wonogiri tahun 2018 lalu berkisar 1.081.597 jiwa. (Khalid Yogi)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here