Desa Wisata Sumberbulu Diluncurkan

Desa-Wisata-Sumberbulu-Diluncurkan
DESA WISATA : Atraksi kesenian lesung memeriahkan peluncuran Desa Wisata Sumberbulu di Dusun Sumberbulu RT 1 RW 5 Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kamis (25/7) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.comAlternatif wisata di Karanganyar, bertambah. Kamis (25/7) malam, Desa Wisata Sumberbulu yang berlokasi di Dusun Sumberbulu RT 1 RW 5 Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang diluncurkan. 

Pawai obor dan atraksi kesenian lesung, plus bazar hasil bumi, memeriahkan peluncuran desa wisata yang dirintis sejak 2016 dan menawarkan wisata edukatif berbasis kearifan lokal tersebut. 

Plh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Agus Cipto Waluyo mengungkapkan, keberadaan desa wisata tersebut diharapkan bisa mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. 

“Perlu langkah kreatif untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Potensi wilayah bisa digerakkan, namun tetap memperhatikan mutu dan pemasarannya. Semoga ini bisa berjalan baik, jangan sampai mengecewakan pengunjung. 

Kepala Desa Pendem Heru Murwanto mengatakan, wilayahnya memiliki tiga hal kriteria desa wisata, yakni adanya panorama alam, kekayaan budaya, serta 
Selanjutnya Kades Pendem, Heru Murwanto menyampaikan, pengembangan desa wisata ini diharapkan bisa menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. 

“Di desa wisata ini, pengunjung bisa menginap di 21 homestay, yang daya tampungnya mencapai 70 orang. Sekali nginep, biayanya Rp 85 ribu. Lalu ada pertanian organik, wisata biogas, dan lain-lain. Pengunjung bisa ikut mengambil getah karet, melihat kreasi lesung, hingga cooking class dan outbond,” jelasnya. 
Desa Pendem juga memiliki 13 sendang yang tersebar di enam dusun, yang bisa menjadi alternatif kunjungan. Ada pula goa berkedalaman 100 meter, yang masih perlu ditata agar bisa nyaman dikunjungi. 

“Untuk wisata buatan, ada kebun blimbing, jambu dan durian yang bisa dikunjungi. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk keperluan desa wisata,” tuturnya. 

Dia menambahkan, desa wisata dirintis secara swadaya masyarakat. Namun pada tahun ini, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dikucurkan dana pendampingan Rp 30 juta untuk pengembangannya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here