Gantole Asah Cross Country di Telomoyo

gantole-karanganyar
START TERBANG: Atlet gantole Karanganyar bersiap melakukan strart terbang dalam latihan di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Persiapan Hadapi Kejuaraan Internasional

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah atlet gantole dari Solo dan sekitarnya mengasah diri dalam latihan cross country atau jelajah alam. Mereka pun melakukan latihan bersama di Bukit Telomoyo wilayah Kabupaten Semarang, Rabu (24/7).

Latihan itu dilaksanakan sebagai bagian persiapan menghadapi kejuaraan nasional dan internasional Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2019. ‘’Kejuaraannya pada September mendatang, tapi kami saat ini mulai melakukan persiapan. Sebab cuacanya mulai bagus, serta memungkinkan untuk latihan jelajah alam,’’ kata Ketua Pengprov Gantole Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Jumat (26/7).

Pria yang juga atlet asal Karanganyar itu mengungkapkan, biasanya gantole lebih banyak berlatih di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri yang berketinggian sekitar 560 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun venue di Wonogiri lebih memungkinkan untuk berlatih spot landing atau ketepatan mendarat. Lebih-lebih kawasan udara Wonogiri saat ini digunakan area latihan pesawat militer dari Lapangan Udara Iswahyudi Madiun.

Program Latihan

Karena itu, bersama atlet-atlet lain seperti Sulis Widodo (Solo) dan Supardi (Karanganyar), mereka kemudian beralih lokasi latihan ke venue Telomoyo. Tempat start terbang berketinggian sekitar 1.880 mdpl yang berdekatan dengan kawasan Rawa Pening tersebut memiliki area yang lebih luas untuk terbang gantole.

‘’Sebenarnya latihan di Telomoyo ini juga termasuk dalam program latihan kami. Karena jarang bisa melakukan cross country, maka sekalian kami mengasah performa untuk materi tersebut,’’ tutur Stik.

Pada beberapa kejuaraan, memang nomor tersebut tidak sering gelar. Sebab butuh area luas untuk mengasah terbang jelajah udara bagi seorang atlet. Ketika diselenggarakan kejuaraan di Parangtritis beberapa bulan lalu, nomor spot landing yang dilombakan mengingat area di kawasan pantai selatan DI Yogyakarta tersebut juga tidak terlalu luas untuk olahraga dirgantara.

‘’Tetapi untuk kejuaraan-kejuaraan nasional atau internasional, nomor cross country biasanya digelar,’’ tambah Stik.(Setyo Wiyono)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here