Mahasiswi Korban Tronton Seruduk Puskesmas, UNS Tetap Berikan Gelar Sarjana

mahasiswa-uns-korban-sruduk-tronton
BELASUNGKAWA: Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban Irza Laila Nur Trisna Winandi, Jumat (26/7). (syaramerdekasolo.com/dok)
SOLO,suaramerdekasolo.com Korban meninggal dalam peristiwa truk tronton seruduk Puskesmas Mojosongo Irza Laila Nur Trisna Winandi tetap menerima gelar sarjana pendidikan dari Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta, tempat dia menimba ilmu.
Irza Laila merupakan mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FKIP UNS angkatan 2015.
 
Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho mengemukakan,  hal itu sebagai bentuk penghargaan UNS atas prestasi almarhumah selama menempuh pendidikan.  
“Keluarga korban kami minta hadir dalam wisuda 24 Agustus mendatang untuk menerima gelar sarjana tersebut mewakili korban, ” kata Rektor usai menyampaikan belasungkawa di rumah keluarga korban di Perum Bumi Singkil Permai II RT 6 RW 11 Karanggeneng Boyolali, Jumat (26/7).
 
Dikemukakan, pemberian gelar sarjana tersebut sebagai bentuk penghargaan dari UNS, atas prestasi almarhumah Irza Laila Nur Trisna Winandi. 
Pasalnya almarhumah merupakan mahasiswa yang tergolong berprestasi dengan Indeks Prestasi (IP) 3,38. Ia juga sudah bersiap untuk maju ujian skripsi pada hari nahas itu. 
Sayang takdir berkata lain. Ia menjadi korban dalam peristiwa truk tronton  saat menunggu ibundanya di halaman puskesmas, tempat ibunya bekerja. Jumat (26/7), Rektor menyampaikan rasa keprihatinannya atas peristiwa nahas yang merengut nyawa Irza Laila Nur Trisna Winandi. Seperti diketahui,  korban berada di halaman puskesmas menunggu ibunya, Nur Yani Merbawaningrum saat truk tronton tersebut menghantam bangunan puskesmas. Kala itu Nur Yani yang merupakan bidan di puskesmas itu sedang mengajukan izin untuk menemani putrinya yang hendak ujian skripsi di UNS.
“Kami segenap sivitas akademika UNS turut berduka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswi UNS yang berprestasi atas nama Irza Laila Nur Trisna Winandi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, ” katanya.  
 
Kedatangan Rektor dan jajarannya diterima oleh ayah korban Nur Rokhman dan istri Nur Yani serta beberapa kerabat. Kendati duka yang menyelubungi mereka masih mendalam,  namun Nur Rokhman berterimakasih atas kepedulian kampus tempat korbn menuntut ilmu. 
 
Saat di rumah duka, Prof Jamal menyampaikan pesan supaya orangtuanya hadir untuk menerima ijazah Sarjana Pendidikan (SPd) atas nama almarhum. Selain itu UNS juga sudah membebaskan biaya perkuliahan jika Almarhumah masih memiliki tanggungan pembayaran.
 
“Masih banyak yang melayat di Hari Jumat ini, saya ketemu langsung dengan orangtua korban. Kami berharap orangtua korban tabah, tidak larut dalam kesedihan dan bisa kembali bekerja,” ujar Prof Jamal.(Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here