NPCI Solo Raya Kembali Siapkan Atlet

npc-bulu-tangkis
BERTARUNG: Dua atlet bulu tangkis kursi roda bertarung dalam latihan di GOR Sinar Kasih Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

 

*Duel Bulutangkis dan Tenis Meja

SOLO,suaramerdekasolo.comPengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pada tujuh kota/kabupaten di eks Karesidenan Surakarta kini kembali menyiapkan atlet-atletnya untuk bertarung. Para atlet difabel tersebut bakal bersaing pada tiga cabang olahraga dalam kemasan Kejurprov NPCI Jateng, pekan ke empat Agustus mendatang.

‘’Tiga cabang yang digelar dalam kejurprov tahap kedua nanti adalah renang, bulu tangkis dan tenis meja. Pelaksanaannya di Cilacap, 19-22 Agustus mendatang,’’ kata Sekretaris NPCI Jateng, Priyano, di sekretariat kompleks Stadion Manahan Solo, Jumat (26/7).

Ketua Umum NPCI Solo Bangun Sugito menyatakan sudah sejak awal mengasah para atletnya di tiga cabang itu. Latihan rutin bersama para atlet renang, bulu tangkis dan tenis meja sering dilakukan. Kendati demikian, belum ditentukan berapa jumlah atlet Kota Bengawan yang bakal diberangkatkan.

‘’Tak hanya atlet kawakan dari tiga cabang itu, tapi para pemula juga kami kirimkan. Kami berharap terjadi regenerasi atlet,’’ tuturnya.

Dipadukan

Ketua NPCI Boyolali, Suroto, senada. Menurutnya, atlet-atlet lama dan wajah baru dipadukan dalam kontingen yang akan diturunkan. Hanya saja, pihaknya tidak mengirim atlet untuk bersaing di cabang renang.

‘’Kami akan turun di tenis meja dan bulu tangkis, tapi tidak untuk renang. Kami memang belum punya bibit perenang,’’ tutur pria yang akrab disapa Ucok itu.

Priyano menjelaskan, koordinasi awal telah dilakukna dengan jajaran Pemkab Cilacap sebagai rangkaian menuju kejurprov tiga cabang tersebut. ‘’Tinggal lebih memperdalam koordinasi teknis jelang pelaksanaan kejurprov itu,’’ ungkapnya.

Kejurprov tahap pertama Jateng telah diselenggarakan di Solo pada 19-22 Juni lalu. Waktu itu juga terdapat tiga cabang olahraga yang menjadi ajang bersaing, yakni atletik, angkat berat dan ten pin bowling. Cabang atletik didominasi kontingen Salatiga yang mengemas 18 medali emas, disusul Karanganyar (12 emas) dan Kebumen (sembilan emas). Peringkat pertama bouwling, tuan rumah Solo dengan tiga emas, dua perak dan sekeping perunggu, disusul Sragen (tiga emas dan sekeping perunggu) serta Salatiga (satu emas dan satu perak). Sementara angkat berat dikuasai Sragen dengan tiga emas dan satu perunggu.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here