Belajar Penggunaan Uang Elektronik di SD Muhammadiyah 1 Surakarta

saldo-uang-elektronik-sd-muhammadiyah1-surakarta
ISI SALDO : Salah satu guru SD Muh 1 Surakarta menunjukkan cara pengisian saldo uang elektronik yang digunakan siswa di kantin sekolah. (suaramerdekasolo.com/dok)
SOLO suaramerdekasolo.com–Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Surakarta menjadi barometer inovasi dan jujukan studi banding. Salah satunya dari SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang Kartasura. Kali ini studi banding yang dilakukan terkait manajemen Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.
 
Dalam kunjungan studi itu, Kepala Sekolah SDIT Al Kautsar  Heru Nugroho, memboyong jajaran struktural dan unsur pimpinan sekolah. 
“Salah satu tujuan kami melihat pengelolaan BUMS dan inovasi untuk pengembangan SDIT Al Kautsar,” kata Heru.
 
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SDM 1 Ketelan, Jatmiko menjelaskan, electronic money bagian integral dari BUMS sebagai alat pendidikan karakter, berfungsi sebagai alat transaksi pengganti uang. Alat tersebut mampu dikonfigurasikan secara totalitas baik proses psikologis maupun sosial-kulturul.
“Muaranya anak-anak di era industri 4.0 memiliki kemampuan mengelola fisiknya sehingga mereka mempunyai derajat kesehatan yang tinggi karena mengkonsumsi makanan sehat di kantin sekolah dan tidak jajan di luar sekolah,” kata Jatmiko.
 
Inovasi ini kata dia merupakan program pembenahan infrastruktur sekolah yang memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) plus ISMUBA (al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab).  
 
“Di sekolah ada Genset 150 KVA, sehingga anak-anak bisa semakin nyaman dalam belajar, tidak terganggu dengan berbagai macam kendala. Terutama kendala dari ketersediaan listrik yang terbatas,” paparnya.
 
Jajanan sehat
 
Dikui,  masalah tantangan pasti ada, namun hal itu harus disikapi. Beberapa kendala yang muncul di antaranya adalah kekuatan jaringan internet yang kadang-kadang naik turun menganggu proses perekaman data transaksi siswa. 
Waktu pengisian saldo juga menjadi kendala. Sebab anak-anak hanya bisa mengisi saldo di waktu yang telah dijadwalkan.
 
Kendala lain yang muncul datang dari sebagian orang tua, tidak semua orang tua menyadari pentingnya sejak dini anak-anak mengkonsumsi jajanan sehat. sehingga masih ada orang tua yang memberikan uang jajan kepada ketika pulang sekolah.  
 
Semua kendala dapat diminimalisir dengan kesadaran bersama dan sikap konsisten seluruh warga sekolah untuk mendukung terwujudnya visi dan misi sekolah.(Evie Kusnindya) 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here