Kolaborasi Aktifis Lingkungan dan Seniman

pameran-seni-lukis-gojalu1
AMATI LUKISAN : Yani Sapto Hudoyo bersama Staf ahli bupati Wahyu Prasetyo mengamati lukisan yang dipamerkan.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Pasar dan Pameran Seni Lukis Gojalu

PULUHAN karya seni para perupa Klaten dipajang rapi di gubuk-gubuk dari daun tebu yang berjajar di tepi Sungai Glogok, Kampung Tegalklaten, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah. Total ada 25 seniman lukis Klaten yang menggelar karya dalam Pasar dan Pameran Seni Lukis di tepi Sungai Glogok.

Mungkin baru kali ini terjadi, kolaborasi antara aktifis peduli lingkungan dan seniman dalam sebuah Kampung Seni yang memadukan kepedulian lingkungan dan keindahan karya seni. Kegiatan yang dibuka Staf Ahli Bupati Wahyu Prasetyo, Kamis (25/7) malam itu dihadiri seniman Yogyakarta, Yani Sapto Hudoyo.

‘’Saya seneng sekali Klaten bangkit lagi, setelah lama tak ada kegiatan seni. Makanya acara di Jogja saya tinggal dan datang ke Klaten. Karya seniman Klaten sangat bagus. Saya harap Klaten bisa jadi kota budaya seperti Jogja. Kalau Jogja kegiatan seni sudah rutin dan kerajaan mendukung, juga Jogja adalah gudang seniman dan sekolah seni banyak. Saya lihat banyak seniman Klaten yang hebat,’’ ujar Yani Sapto Hudoyo.

Kampung Seni merupakan hasil kolaborasi altifis yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai Gojalu (Glogok, Jalidin dan Lunyu) Klaten dengan Dewan Kesenian Klaten. Seni menjadi bagian dari upaya menciptakan sungai bersih dan indah. Saat ini, tembok di sepanjang sungai pun telah berhias lukisan.

Pameran digelar di Wisma Seni Kali Glogok di Jalan Pramuka. Puluhan lukisan berbagai tema dan gaya dipajang di setiap sudut ruangan. Di jalan di tepi sungai, berjajar stand lukisan dari bambu dengan lampu warna-warni di atas sungai. Ada pula bazar kuliner di kebun tepi sungai yang dikelola ibu-ibu PKK.

‘’Pameran diikuti 25 pelukis dengan sekitar 50 karya, semua dari Klaten. Pasar seni ada 21 kios. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 30 Juli ini menjadi ajang silaturahmi seniman dan upaya mengangkat wisata Klaten. Ini merupakan salah satu program Dewan Kesenian dalam memperingati Hari Jadi Klaten ke 215 dan HUT RI ke-74,’’ kata Ansori, salah satu pelukis. Seniman angkat ketertarikan dan gayanya sendiri-sendiri

Cinta lingkungan

Wahyu Prasetyo yang hadir mewakili Bupati menyampaikan apresiasi pada kegiatan yang bisa menyatukan komunitas peduli sungai, sekolah sungai dan seniman. Itu bisa menumbuhkan cinta seni dan rasa cinta lingkungan.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Harian Dewan Kesenian FX Setiawan DS, karena pameran itu merupakan bagian apresiasi seni. Dalam upaya membersihan dan mempercantik sungai, seniman bisa berperan untuk menciptakan keindahan lingkungan di sekitar sungai, seperti lukisan di tembok tepi sungai.

Dwiyanto, pelukis sekaligus anggota Komunitas Gojalu mengatakan, perlu waktu dua tahun untuk menyulap Sungai Si Gloglok yang kotor, penuh sampah dan limbah, berbau menjadi bersih dan indah.
‘’Bersama lima warga, awalnya hanya modal nekat melukis di pinggir sungai. Meski tak ada anggaran dari pemerintah, warga semangat membersihkan dan mempercantik sungai Glogok. Wakyu saya kecil, sungai ini bisa untuk mandi karena bersih, saya ingin sungai ini bersih seperti dulu,’’ kata Dwiyanto.

Tokoh Komunitas Gojalu, Joko Karyono mengklaim, kolaborasi antara aktifis peduli lingkungan dan seniman dalam satu kegiatan Pasar dan Pameran Seni Lukis, baru pertama kali terjadi. Hal itu bisa menjadi awal yang baik, karena kebersihan dan keindahan bisa sejalan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here