Sang Jenderal yang Cemerlang Karirnya

Karopenmas-Polri Brigjen-Dedi Prasetyo1
FOTO DIRI : Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (suaramerdekasolo.com/dok)

SIAPA yang tidak kenal dengan pria yang satu ini. Sosok Polisi Humanis , Milenial dan kerap tampil dilayar kaca untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Sosok yang dimaksud adalah Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Di balik layar kaca, banyak cerita yang menarik dalam diri Perwira Tinggi tersebut.

Dalam mewawacara eksklusif di salah satu ruangan yang luas, ada beberapa meja dan bangku yang tertata rapih. Di atas meja tersedia minuman botol kemasan untuk para tamu. Dengan ramah, Dedi Prasetyo langsung menyapa.
Dalam suasana santai sambil minum kopi, Dedi Prasetyo berkisah, sejak kecil dia bercita-cita jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Cita-citanya tersebut tidak lepas dari jejak sang ayah yang mengabdikan diri di satuan TNI AU.
Namun, seiring berjalannya waktu, niatnya itu diurungkan.

“Setelah SMA daftar ke akademi kepolisian. Kemudian, setelah lulus saya dianggap yang terbaik di Akademi Kepolisian (Akpol),” ungkap mantan Kapolres Ponorogo itu.

Cemerlangnya karir Dedi Prasetyo tidak lepas dari sosok kedua orang tuanya. Saat hendak menjalani pendidikan akademi kepolisian banyak hal yang disampaikan orang tuanya. Ada pesan khusus yang selalu dikenangnya hingga kini. Meski sudah menjadi salah satu petinggi di Polri, Dedi tetap memegang teguh pesan yang telah disampaikan sang ayah.

“Pesan yang disampaikan jaga displin dan berdoa. Karena, ketika kita disiplin mengikuti pendidikan, maka seluruh tugas dan program-program yang dilaksanakan, Insya Allah berjalan dengan baik dan lancar,” ucapnya mengenang pesan dari orang tuanya.

Tak sulit baginya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembannya selama ini. Sikap disiplin mengatur waktu, disiplin belajar, disiplin ibadah, disiplin dalam segala hal-hal kehidupan. Baginya itulah kunci keberhasilan.
“Itu yang selalu saya ingat sampai sekarang, sampai detik ini. Kunci keberhasilan itu disiplin,” tuturnya sambil tersenyum.

Meski sikap tegas dan disiplin yang tinggi, Jenderal bintang satu itu sebagai sosok yang mengutamakan kelembutan dan kasih sayang dalam mendidik.
“Ya memang kita tanamkan rasa disiplin sejak dari dini. Karakter anak-anak berbeda, sekarang dan zaman dulu. Dulu pendekatannya bisa dengan keras. Kalau sekarang anak-anak tidak bisa pendekatan dengan keras, harus pendekatan dari hati ke hati. Dengan pendekatan yang lebih logis,” kata
Dedi berbagi pengalaman dalam mendidik. Selain mengajarkan kedisiplinan kepada anaknya, Dedi juga mengajarkan anaknya menjaga norma dalam kehidupan. Norma, menurut Dedi, adalah salah satu gambaran diri seseorang. Sebagai dasar pijakan dia untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela.

Karopenmas-Polri-Brigjen-Dedi-Prasetyo2

“Menjaga norma agama dan norma susila dan aturan-aturan lainnya sangat penting,” terang mantan Kapolres Lumajang dalam mendidik. Salah satu anaknya, mencoba untuk mengikuti jejaknya di kepolisian. Namun, nasibnya berkata lain. Saat tes kesehatan, buah hatinya gagal. Dia pun berusaha meyakinkan pada sang anak untuk melanjutkan perkuliahan. Selain itu, meyakinkan diri anaknya bahwa proses seleksi kini semakin ketat.
“Saya bilang ke anak saya, kalau kamu persiapannya kurang maksimal ya hasilnya seperti itu. Karena proses seleksi di kepolisian itu kan sangat ketat. Tidak memandang anaknya siapa. Kalau hasilnya jelek, ya jelek aja,” tandas pria kelahiran Madiun, Jawa Timur itu.

Berpikir visioner

Kiprahnya di kepolisian kini terlihat begitu cemerlang. Dedi dengan pangkatnya bintang satu di pundak berkat didikan ayahnya. Baginya, mengartikan bintang satu yang dipundaknya itu, merupakan tanggung jawab yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepadanya.
“Dengan gemblengan yang sangat keras untuk meraih cita-cita begitu keras,” katanya.
“Harus berpikir visioner, kemudian harus berani mengambil keputusan-keputusan,” tutur Perwira Tinggi (Pati) lulusan Akpol 1990 tersebut.

Dia begitu percaya bahwa semakin tinggi pangkat yang diberikan, maka semakin tinggi pula rintangan dan tanggung jawabnya akan harus dihadapi. Sebelum menjabat Karopenmas Mabes Polri, Dedi menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Saya ditempatkan di Divisi Humas, ini suatu wujud kepercayaan pimpinan atas kinerja yang dianggap akan mampu untuk mengemban amanah ini,” ujarnya.

“Di Humas bukan hanya cara menyampaikan secara efesien saja. Tapi harus mampu mengendalikan emosi. Itu yang merupakan pembelajaran sangat berat,” sambungnya.

Baginya, amanah yang saat ini diembannya sungguh besar. Selain tenaga dan pemikiran, juga harus tenang melihat setiap situasi atau kejadian untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat tetap tenang. (Sri Hartanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here