Anggaran Promosi Wisata Kota Surakarta Mendesak Ditambah

opera-ramayan-solo
PENTAS RAMAYANA:Salah satu adegan pentas Ramayana di Beteng Vastenburg yang diadakan Pemkot Surakarta selama tiga malam berturut-turut, 7-9 Mei.(suaramerdekasolo/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dikenal sebagai kota Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions (MICE), Solo ternyata tidak memiliki anggaran mencolok buat biaya promosi wisata.

Berdasarkan pernyataan Ketua DPRD Surakarta Teguh Prakosa dalam pertemuan pimpiman dewan Kota Surakarta dengan pelaku wisata, perhotelan, dan media massa di Solo, beberapa waktu lalu. Teguh menyebut jumlah anggaran yang disediakan APBD Kota Surakarta berkisar seratusan juta atau lebih. Tetapi, input yang diterima APBD lebih besar. Pihaknya mewacanakan penambahan anggaran promosi wisata ini.

“Pemasukan dari jasa perhotelan cukup besar,” tegas Teguh.

Sewaktu duduk di Komisi IV sebagai ketuanya, Teguh mengaku dekat dengan pelaku wisata, perhotelan dan restoran. Sehingga wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini hafal betul tantangan yang dihadapai pelaku wisata, perhotelan, restoran di Kota Bengawan, termasuk setoran PAD jasa ini ke kas daerah.

“Solo kota MICE bnyak kegiatan, rapat rapat di hotel-hotel. Setahi saya setoran PAD berkisar Rp
9-11 miliar, ada hal yg postif. Memang belum sebanding dgn promosinya, apalagi promosinya (anggarannya-red) ratusan juta saja, ya tidak seimbang,” kata Teguh.


Peran media

Hal lain yang ditekankan Teguh pada saat itu didamping wakil ketua lainnya, Djaswadi (Partai Golkar), Umar Hasyim (PAN), dan Ghofar Ismail (PKS) adalah kerja sama dengan media massa.
Menurutnya, peran media agar diintensifkan dalam hal kerja sama, komunikasi sehingga produk yang dihasilkan lembaga wakil rakyat ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat Solo.
Aji dari organisasi perhotelan Surakarta setuju dengan usulan penambahan anggaran promosi potensi wisata dan event-event.
Adapun Eka Hari dari Metro TV mendesak kepada wakil rakyat mendesak eksekutif mengemas potensi wisata dan promosinya lebih ciamik lagi sehingga bisa mendatangkan jumlah wisata domestik dan internasional lebih banyak lagi. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here