Den Baguse Ngarso dan Nyi Beruk Meriahkan Ngopi Bareng Bupati

ngopi-bareng-bupati-klaten
NGOPI MERAPI : Dua pelawak asal Yogyakarta Den Baguse Ngarso dan Nyi Beruk sedang mengocok perut hadirin pada acara Ngopi Bareng Bupati di halaman Pemkab Klaten, Sabtu (27/7) malam.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Acara ‘’Ngopi Bareng Bupati’’ sudah rutin digelar oleh Bupati Sri Mulyani di pendapa rumah dinas. Namun ngopi kali ini cukup istimewa karena digelar di halaman Pemkab Klaten dengan dihadiri Bupati Sri Mulyani, para pejabat Pemkab Klaten dan tokoh masyarakat Klaten, Sabtu (27/7) malam.
Acara berlangsung dalam suasana santai dengan duduk di lincak yang ditata di area terbuka, dan di bawah gubuk bambu yang berhiaskan lampu-lampu kecil. Semua hadirin duduk mengitari panggung kecil dengan sajian live music.

Berbagai makanan tradisional dihidangkan untuk hadirin. Tentu saja Kopi Merapi yang sedang naik pamornya menjadi minuman utama, lengkap dengan susu dan krimer untuk menambah rasa. Selain itu, ada wedang jahe dan aneka minuman lainnya.
‘’Ngopi Bareng Bupati sudah diselenggarakan rutin untuk menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menjadi ajang penyampaian aspirasi, kritik dan saran, serta untuk sosialisasi program pemerintah dan kegiatan Pemkab Klaten. Untuk kali ini, dikemas agak berbeda dengan menghadirin tokoh-tokoh masyarakat,’’ ujar Bupati Sri Mulyani.

Sambil menikmati camilan, ngobrol dan menikmati musik, hadirin juga dihibur pelawak kondang Yogyakarta Den Baguse Ngarso yang dikenal lewat program Mbangun Desa di TVRI Yogyakarta. Dia ditemani Nyi Beruk, keduanya sekaligus menjadi pemandu acara yang sebentar-sebentar mengocok perut hadirin.

‘’Kadang orang bikin lagu itu gak sesuai kenyataan, misalnya cangkul cangkul cangkul yang dalam, jagung ditanam. Coba dicangkul dalam beneran terus ditanam jagung, apa ya bisa tumbuh,’’ katanya disambut gelak tawa hadirin. Dia juga mengomentari lagu campusari kondang yang ada bagian liriknya yang dianggap tidak pas.

Kemasan yang berbeda itu memang sengaja digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74 tahun 2019. Menurut Wakil Ketua II Panitia Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74, Ronny Roekmito, acara itu bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar tokoh masyarakat dengan Pemkab Klaten.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here