Pelatnas Voli Duduk Tundukkan UNS, Recieved Murdiyan Dkk Meningkat

pelatnas-voli-duduk-npci
UJI COBA: Awak tim pelatnas voli duduk NPCI (kiri) bertarung melawan tim mahasiswa UNS Surakarta pada laga uji coba di gedung olahraga Baturan, Colomadu, Sabtu (27/7).

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Tim pelatnas voli duduk National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang menjalani training camp (TC) di Solo, unjuk kemampuan. Murdiyan dkk menundukkan tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), 5-0, pada pertandingan uji coba di gedung olahraga Baturan, Colomadu, Sabtu (27/7).

‘’Pertandingan lima set, bahkan lebih, dibutuhkan sekaligus guna menjajal kemampuan fisik anak-anak sejak memasuki pelatnas pada awal Mei lalu. Recieved (penerimaan bola pertama-red) tim ini menunjukkan peningkatan,’’ kata pelatih tim voli duduk pelatnas, Deddy Whinata.

Pada partai latih tanding tersebut, tim pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 membuka keunggulan dengan kemenangan 25-13. Anak-anak UNS yang sebagian di antaranya baru saja mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jateng, berusaha menekan pada set kedua.

Spike keras kerap dilepaskan, namun bola lebih sering membentur blok awak tim pelatnas yang diperkuat pemain asal Solo Murdiyan dan Raharjo, serta Purwadi (Sragen) tersebut. Game kedua pun kembali menjadi milik tim pelatnas, 25-13.

Rotasi Pemain

Set ketiga kembali dimenangi skuad berawak para atlet dari berbagai daerah di Tanah Air tersebut, 25-11. Deddy yang dibantu asisten pelatih Matsuri, kemudian merotasi sejumlah pemainnya. ‘’Kami harus mencermati kemampuan seluruh pemain, sehingga bisa kami ketahui kelemahan-kelemahan yang masih ada, selanjutnya segera dibenahi,’’ tambah manajer tim pelatnas voli duduk NPCI,

Set keempat berakhir 25-15 bagi pelatnas. Sementara pada set penutup yang sempat terjadi kejar-kejaran poin, akhirnya dihentikan tim pelatnas dengan 15-13. ‘’Servis keras dan tajam yang dilakukan anak-anak menjadi salah satu penentu dalam voli duduk. Tapi kerja sama tim yang dilakukan anak-anak juga lumayan,’’ tutur Deddy yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS tersebut.

Kendati demikian, pihaknya tetap memprogramkan peningkatan kemampuan tim itu. Akurasi arah bola dari recieved ke arah toser, menjadi salah satu bagian yang akan ditingkatkan. Selain itu, strategi bermain akan ditambah variasinya, sehingga serangan tak mudah dibaca lawan.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here