SDM BPR yang Tidak Berintegritas Menjadi Pemicu Kebangkrutan Usaha

amalia-consulting-suharno
BERIKAN PAPARAN : Direktur Amalia Consulting, Suharno berikan paparan sat tampil sebagai fasilitator workshop Meningkatkan Integritas dan Produktivitas BPR dalam Era Digital, Sabtu (27/9-2019) bertempat di Nava Hotel, Tawangmangu, Karanganyar. (suaramedekasolo.com/dok)

 

KARANGANYAR,suaramrdekasolo.com – Dalam era digital saat ini, maju dan mundurnya organisasi bisnis, tanpa terkecuali Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM).

” Bila SDM BPR kompeten dan profesional serta memiliki integritas tinggi, maka akan bekerja penuh tanggungjawab. Produktivitas dan kinerjanya pun akan tinggi. Namun sebaliknya bila integritas SDM rendah dan tidak segera ditangani, bisa menjadi pemicu kehancuran sebuah BPR ” ungkap Direktur Amalia Consulting, Suharno, saat tampil sebagai fasilitator workshop Meningkatkan Integritas dan Produktivitas BPR dalam Era Digital, Sabtu (27/9-2019) bertempat di Nava Hotel, Tawangmangu, Karanganyar.

Selanjutnya, Suharno, yang juga dosen prodi akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menandaskan,

” Sebagian besar faktor pemicu BPR ditutup OJK bukan karena faktor eksternal, namun faktor internal, yaitu SDM tidak memiliki integritas, sehingga berani melakukan tindakan fraud ” paparnya.

Revolusi industri

” Kita bisa bertindak salah. Itu manusiawi. Namun kita tidak boleh melakukan fraud. Fraud merupakan tindakan yang tidak bisa ditolelir, karena akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan itu berbahaya bagi kelangsungan BPR ” pesannya.

Selain integritas, SDM BPR juga harus kreatif dan inovatif bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Revolusi industri 4.0 semua aktivitas individu dan organisasi berbasis digital. Lebih cepat, lebih efisien dan lebih efektif.

” Kemunculan fintech tidak bisa dibendung. Melayani ajuan pinjaman bisa cair dalam hitungan menit. Bila kita mengajukan ke BPR baru bisa cair tiga hari kemudian, maka BPR yang tidak segera beradaptasi dan mengantisipasi pasti akan tersingkir dan tersungkur ” paparnya.

Kegiatan workshop diikuti 43 karyawan dari jajaran direksi dan karyawan PT BPR Wirosari Ijo yang berkantor pusat di Wirosari, Grobogan berlangsung interaktif dan atraktif, dibuka oleh Direktur Utama BPR Wirosari Ijo, Hariyanto Susilo didampingi Direktur Fungsi Kepatuhan, Rahayu Naharto (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here