20 Bus Sekolah Diusulkan Pemkab Klaten ke Pusat

bus-sekolah-klaten
PARA PELAJAR: Bripka Syafii dari Polsek Delanggu memberikan pembinaan pelajar yang tidak mengenakan helm saat mengendarai motor. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comPemkab Klaten mengajukan usulan pengadaan bantuan bus sekolah sebanyak 20 unit ke pemerintah pusat. Bus itu nantinya untuk angkutan khusus siswa sekolah.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Slamet Widodo usulan sudah disampaikan ke pemerintah pusat sebanyak dua kali. Awalnya berdasarkan kajian dari Dinas hanya diajukan sebanyak 15 unit saja. Namun kemudian direvisi diajukan bersama Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

” Yang diusulkan jadinya sebanyak 20 unit,” katanya, Senin (29/7).

Dikatakannya, setelah usulan itu disampaikan, Pemkab hanya tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat. Berapa yang akan disetujui, pemerintah daerah akan menerima. Bus itu nantinya akan digunakan untuk mengangkut siswa ke sekolah. Tidak untuk penumpang umum karena sesuai ajuan untuk bus sekolah. Selama ini banyak kecelakaan dengan korban pelajar yang mengendarai sepeda motor.

Bahkan banyak siswa SMP dan SMA saat ini ke sekolah dengan sepeda motor meskipun belum masuk usia memiliki SIM. Harapannya dengan bus itu nantinya pelajar bermotor berkurang dan kecelakaan pelajar berkurang. Dinas sebenarnya lebih cenderung berharap disetujui dalam bentuk angkutan bukan bus.

Lebih Luwes

Apabila bentuknya mobil angkot, lanjut Slamet, akan lebih luwes masuk ke jalan dusun dan gang memudahkan pelajar. Angkot pelajar itu kabarnya akan diterapkan di Solo tahun depan dengan basis online. Dengan basis online, angkot lebih mudah menghampiri pelajar ke permukiman. Guna persiapan itu, Dinas juga telah mengkaji trayek sebab trayek harus baru dan tidak bersinggungan dengan bus swasta yang masih beroperasi.

Pembiayaan akan ditanggung APBD tetapi bus dari pusat. Jika pun nantinya ada tarif, tentu hanya sekadar untuk perawatan saja. Hakikatnya sesuai UU, yang menyediakan angkutan semacam itu adalah pemerintah. Termasuk di dalamnya pemerintah daerah sebagai sebuah kewajiban. Namun karena anggarannya besar, pemerintah daerah mengajukan bantuan ke pusat. Daerah lain yang ajuan sudah disetuji adalah Kabupaten Kebumen. Namun hanya diberikan satu unit, sedangkan untuk Klaten minimal harus ada lima unit untuk menjangkau wilayah yang luas.

Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sudiyarsono mengatakan pengadaan angkutan itu diharapkan akan ikut mengurangi risiko kecelakaan jalan raya. Terutama bagi pelajar SMP dan SMA yang banyak belum memiliki izin mengemudi tetapi nekat berkendara. Selama ini, Dinas tidak bisa melarang pelajar berkendara sebab tidak ada sarana yang disediakan. Darto, warga Kecamatan Delanggu menyambut baik rencana itu. Sebab jika ada bus atau angkutan, orang tua bisa memaksa anak tidak membawa sepeda motor. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here