22 Mahasiswa Malaysia Ikuti Lomba Desain Batik Internasional

Lomba-Desain-Batik-Internasional
DESAIN BATIK : Salah satu mahasiswa asal Malaysia membuat desqin batik dengan mencanting. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLOsuaramerdekasolo.com Sebanyak 22 mahasiswa asal Universiti Teknikal Malaysia Melaka (Utem) ikut menjadi peserta dalam lomba desain batik Internasional yang digelar Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta,  Senin (29/7). Lomba tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam Mobility Student-Cultural Exchange Program 2019.
 
Ketua Program Mobility Student, Supawi Pawenang menjelaskan, program ini merupakan bentuk pelaksanaan kesepakatan kerjasama yang telah terjalin antara UTeM Malaysia dan Uniba pada beberapa tahun terdahulu. Sedangkan, tema yang diangkat Cultural Exchange. 
 
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama pengetahuan di bidang pengetahuan dan kebudayaan. Ada beberapa kesamaan antara Indonesia dan Malaysia yang belum dieksplorasi, maka ada inisiasi untuk mengeksplorasi hal tersebut,” kata Supawi.
 
Program ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk joint research, misalnya yang sudah dirancang adalah rencana penelitian tentang sosiologi batik dan sosiologi keagaamaan dan kemasyarakatan. 
 
Lebih lanjut Supawi mengemukakan,  berlaga di liga internasional sudah menjadi suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk dapat terus mempertahankan eksistensinya. Perguruan tinggi yang tidak turut berpartisipasi dalam agenda internasional, lambat laun akan semakin tersisih. Oleh sebab itu perguruan tinggi harus menggulirkan program-program internasionalisasi. 
 
Dikemukakan,  lomba desain batik tersebut total diikuti oleh 47 peserta. Adapun ke-47 peserta tersebut berasal dari tiga perguruan tinggi, yakni 22 peserta dari UTeM, 10 peserta dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes)  Kendal, dan 15 peserta dari  Uniba.  Pada perlombaan tersebut tidak hanya pada proses menggambar motif namun juga proses membatik-mencanthing, nglorot dan lain sebagainya hingga menjadi kain batik. 
 
Muhammad Lukman, Mahasiswa Teknik Mesin UTeM mengaku antusias  bisa mengikuti lomba desain batik. Para peserta juga mendapatkan sesi kelas Kebudayaan Indonesia (Indonesian Culture Class), kelas bahasa Indonesia (Indonesian Language Class), Batik Cultural Performance, dan Local Wisdom Traveling. (Evie Kusnindya )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here