Bank Klaten, BUMD Terbaik Ke IV Nasional

bank-jateng
TERIMA PENGHARGAAN : Asisten II Sekda Klaten, Purwanto AC mewakili Bupati Klaten menerima penghargaan BPR Bank Klaten sebagai BUMD terbaik ke IV tingkat nasional dari The Asian Post Institute di Jakarta, Jumat (26/7). (suaramerdekasolo.com/dok)
KLATEN,suaramerdekasolo.com – Bank Klaten berhasil meraih piagam penghargaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik ke IV tingkat nasional dari The Asian Post Institute. Prestasi itu seolah menjadi hadiah Hari Jadi Klaten ke-215.
 
”Penghargaan dari The Asian Post Institute kepada PT Perseroda BPR Bank Klaten sebagai BUMD terbaik merupakan prestasi yang membanggakan tepat di saat Kabupaten Klaten memperingati hari jadinya ke-215,” kata Asisten II Sekda Klaten, Purwanto AC, Senin (29/7).
 
Dia berharap, diraihnya penghargaan tersebut bisa memacu BPR Bank Klaten agar terus tumbuh berkembang dalam rangka ikut mengawal dan membersamai kemajuan perekonomian masyarakat Klaten. 
 
Piagan penghargaan diterima Bupati Klaten yang diwakili Asisten II Sekda Klaten, Purwanto AC, MSi di Jakarta pada Jumat, 26 Juli 2019 lalu. Penghargaan diraih untuk katagori BPR dengan aset antara Rp 250 miliar hingga di bawah Rp 500 miliar.
 
Direktur Utama BPR Bank Klaten, Tulus Yunianto mengatakan, penghargaan dari The Asian Post Institute untuk BPR Bank Klaten yakni Bank Klaten sebagai BUMD terbaik ke IV kategori BPR aset Rp 250 miliar sampai dengan di bawah Rp 500 miliar.
 
Kategori
 
Ada lima kategori dalam pendekatan yang dilakukan The Asian Post Institute untuk menilai pertumbuhan kinerja BPR milik pemda dalam kurun waktu satu tahun, yakni periode September 2017 hingga September 2018 yakni permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.
 
Setelah dilakukan pengukuran terhadap pertumbuhan dan rasio-rasio penting, masing-masing BPR milik pemda  mendapat nilai total. Nilai terbaik pada rating ini adalah minimal 81,00 hingga 100. Selanjutnya, BPR-BPR milik pemda yang di-rating  diperingkat berdasarkan nilai total dan dibagi dalam sembilan kelompok berdasarkan aset, seperti industri.
 
Sembilan kelompok aset tersebut adalah (1) BPR beraset RP 1 triliun ke atas, (2) BPR beraset Rp 500 miliar sampai dengan Rp 1 triliun, (3) BPR beraset Rp 250 miliar sampai dengan Rp500 miliar, (4) BPR beraset Rp100 miliar sampai dengan Rp 250 miliar, (5) BPR beraset Rp 50 miliar sampai dengan Rp 100 miliar, (6) BPR beraset Rp 25 miliar sampai dengan Rp50 miliar, (7) BPR beraset Rp15 miliar sampai dengan Rp 25 miliar, (8) BPR beraset Rp 5 miliar sampai dengan Rp 15 miliar, dan (9) BPR beraset Rp5 miliar.(Merawati Sunantri)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here