Pedagang Pasar Berhak Terlindungi BPJS

BPJS-Ketenagakerjaan1
TIM CABANG: Tim BPJS Ketenagakerjaan Klaten, menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial ke pedagang pasar Minggiran. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)


*Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

KLATEN,suaramerdekasolo.comBPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten terus menggelar sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional. Pedagang mendapat sosialisasi sebab berhak terlindungi jaminan sosial.
” Dan tujuan kali ini Pasar Minggiran Karangdowo,” jelas Boby Foriawan, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Klaten, Senin (28/7).

Kegiatan itu menurut Boby bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan kerja bagi para pekerja. Termasuk peserta Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Pekerja informal adalah mereka yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan. Seperti pedagang pasar, tukang ojek, petugas parkir, tukang becak.

Dia berharap dengan kegiatan sosialisasi itu masyarakat luas, khususnya para pekerja BPU lebih mengenal program BPJS Ketenagakerjaan beserta manfaatnya. Dengan mengenal dan paham, diharapkan timbul rasa kebutuhan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hingga saat ini, sebagian besar pekerja formal sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tantangan BPJS saat ini adalah menjaring para pekerja informal sebab mereka juga tidak luput dari resiko pekerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan mengakui mengenalkan program jaminan sosial BPJS Ketenagekerjaan kepada pekerja informal memiliki tantangan sendiri. Namun dia yakin dengan sering diadakan kegiatan turun ke lapang semakin banyak orang yang mengenal dan paham akan program perlindungan kepada pekerja yang dibuat oleh pemerintah.

Tanggung Jawab

Kegiatan sosialisasi, lanjut Boby, merupakan tanggung jawab bersama karena program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan amanah dari pemerintah untuk melindungi seluruh pekerja dari resiko pekerjaannya beserta keluarga. Cukup membayar Rp16.800 per bulan, pekerja informal sudah terlindungi program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Dan dengan menambah pembayaran sebesar Rp 20.000, peserta sudah mendapatkan tambahan satu program perlindungan, yakni jaminan hari tua yang dapat diambil peserta beserta dana pengembangannya ketika sudah tidak bekerja.

BPJS Ketenagakerjaan Klaten mencatat, hingga kini jumlah penambahan peserta Bukan Penerima Upah sekitar 11.000 peserta dari target penambahan kepesertaan informal sebanyak 16.000 hingga akhir tahun. Warga bisa mendaftar dapat melanjutkan kepesertaan dengan berbagai kemudahan pembayaran. Mereka dapat membayar iuran untuk 3, 6, atau 12 bulan ke depan , sehingga tidak perlu repot setiap bulan membayar. Slamet Santoso, selaku Lurah Pasar Minggiran, Kecamatan Karangdowo mengatakan program diperlukan oleh pekerja informal seperti pedagang.

” Kami pengurus Pasar Minggiran Karangdowo sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan dan siap membantu para pedagang jika mengalami kesulitan pembayaran dan menjadi perantara jika para peserta menanyakan program-program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here