Penetapan Lokasi Tol Yogya-Solo Ditarget Pertengahan Agustus

proyek-tol-solo-yogya
LAHAN SAWAH: Lahan sawah di Desa Beku, Kecamatan Karanganom pernah dicek tim jalan tol pusat beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Penetapan lokasi yang akan dilalui proyek pembangunan jalan tol Yogya-Solo ditargetkan bisa segera selesai dan ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada pertengahan Agustus 2019. Dengan demikian, sosialisasi kepada masyarakat dan proses pembebasan lahan akan bisa segera dilakukan. Hal itu ditegaskan Sekda Jateng Sri Puryono pada upacara peringatan Hari Jadi Klaten ke-215 di alun-alun Klaten, Minggu (28/7).
Pemprov Jateng sudah melakukan rapat koordinasi dengan daerah-daerah yang akan dilalui jalan tol tersebut. Bupati Klaten juga sudah berkirim surat resmi kepada Gubernur, terkait penetapan lokasi.

‘’Bupati sudah membuat surat ke gubernur dan sudah direspon. Konsep sedang dimatangkan. Penetapan lokasi ditarget ditandatangani Gubernur pertengahan Agustus. Ada beberapa jalur yang perlu digeser seperti yang nabrak sumber air dan lainnya. Semua sudah disampaikan ke pusat agar bisa ditetapkan secepat mungkin,’’ tegas dia.

Setelah dilakukan penetapan lokasi, akan segera dilakukan sosialisasi dan pembebasan lahan. Rencananya, proyek tol akan dikerjanya dua rekanan besar. Untuk pembebasan lahan dan anggaran pembangunan jalan tol akan dikucurkan pemerintah pusat.

Saat ini, angka pastinya masih dihitung. Sayangnya Sekda mengaku belum mengetahui kepastian dana yang dialokasikan. Rencananya, ada sekitar 6.600 hektar lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol, mulai dari Kecamatan Manisrenggo, Ngawen, Karanganom, dan Polanharjo.

Sebelumnya, sudah dilakukan pengecekan lokasi baik oleh tim Pemkab Klaten, Pemprov Jateng dan perwakilan Kementerian PUPR sudah final. Terkait peringatan Hari Jadi Klaten ke- 215 tahun, Kabupaten Klaten diminta untuk terus menggali potensi daerah, karena Klaten mempunyai banyak potensi. Pembangunan jalan tol Yogya-Solo tahun 2020, harus direncanakan matang agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Klaten, terutama sektor UMKM.

‘‘Mulai tahun 2020 akan dibangun tol Yogya-Solo dengan 2 rest area dan 2 exit tol di Klaten. Pemkab harus buat rencana matang untuk tumbuhkan ekonomi. Dua varietas rojolele baru, Srinar dan Srinuk diharap akan mengembalikan kejayaan rojolele dulu. Slogan Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing harus diikuti kerja nyata ,’’ tegas Sri Puryono.

Soal adanya kekhawatiran akan matinya UMKM di sepanjang jalan tol harus diantisipasi. Pemkab Klaten sudah minta porsi yang lebih besar dan nyata. Misalnya, rest area harus 75 persen digunakan untuk UMKM setempat. Tentu saja dengan tarif UMKM bukan tarif swasta, kalau tarif mahal maka UMKM tidak akan mampu.

Teruskan aspirasi 

‘’Apa yang terjadi di jalan tol yang sudah dibangun seperti di Brebes, harus jadi pelajaran. Pemkab Klaten harus bisa memanfaatkan pembangunan jalan tol semaksimal mungkin bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Jangan dinilai dari nilai proyeknya, tapi dari dampaknya bagi perkembangan daerah,’’ tegas dia.

Sementara itu, Bupati Sri Mulyani dan Sekda Jaka Sawaldi sudah menyampaikan semua aspirasi dari Klaten terkait pembangunan jalan tol, pada rapat koordinasi di Pemprov Jateng. Ada beberapa lokasi yang perlu digeser, seperti di Ngrundul, Kebonarum karena jarak jalan dari sumber air kurang dari 200 meter.

‘’Kami sudah cek lokasi dan mendengar aspirasi masyarakat. Ada beberapa pemukiman dan sekolah yang akan dilalui jalan tol. Semua aspirasi sudah kami sampaikan, termasuk penggeseran beberapa ruas yang melalui sumber air. Semua ini bertujuan agar pembangunan jalan tol benar-benar akan membawa manfaat bagi masyarakat Klaten,’’ tegas Bupati.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here