Sampah TPA Putri Cempo Solo Terbakar Lagi

tpa-putri-cempo-terbakar
SAMPAH TERBAKAR: Petugas melakukan pemadaman sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Senin(29/7). (suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo APL)

SOLO,suaramerdekasolo.com –  Kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali terjadi, Senin (29/7). Kebakaran yang diduga disebabkan karena gas metana ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api yang menghanguskan sampah di sisi utara kantor TPA Putri Cempo. 

Menurut salah satu saksi mata, Supono kebakaran berawal dari sisi utara. Kemudian api dengan cepat merembet ke tumpukan sampah yang ada di sisi selatan. “Kali pertama saya melihat kebakaran terjadi dari sisi utara, kemudian merembet ke selatan. Sekitar pukul 11.30 WIB, dan api sudah besar,” beber Supono. 

Melihat kejadian tersebut, Supono pun memberitahukan kepada petugas lainnya. Selanjutnya, petugas memanggil pemadam kebakaran. Tidak lama kemudian sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas langsung menyemprotkan api ke titik-titik api yang menyala. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surakarta, Gatot Sutanto mengatakan, sedikitnya ada enam mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan di lokasi. “Ditambah satu mobil pemadam dari Kabupaten Karanganyar. Selain memadamkan api, kami juga menyemprotkan air ke sekitar area yang terbakar,” terang Gatot. 

Pendinginan ini ditujukan untuk melokalisir api agar api tidak semakin melebar ke titik lainnya. Ditanya mengenai penyebab kebakaran, Gatot menduga kebakaran terjadi karena adanya kandungan gas metana di bawah tumpukan sampah itu. 

“Gas itu menguap dan terbakar karena panas. Selain itu ini kan musim kemarau, jadi mudah terbakar,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3), Dono Tumpo menyampaikan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. 

“Kalau penyebab pastinya saya belum bisa mengatakan. Bisa juga sengaja dibakar atau terbakar sendiri karena adanya gas metana. Selama ini kami sudah melakukan antisipasi dengan rutin mengontrol kawasan dan membawa mobil tangki, tetapi masih juga terjadi (kebakaran),” kata Dono. (Ari Purnomo Apl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here