Bahan Jas Anggota DPRD Masih Ditahan, Pelantikan Belum Jelas

gedung-dprd-klaten2
GEDUNG DPRD: Pipa-pipa rangkaian tangga pembangunan gedung DPRD sudah terpasang setelah proyek dilajutkan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Bahan untuk pakaian jas bagi anggota DPRD Kabupaten Klaten yang baru masih ditahan sekretariat DPRD. Bahan belum diserahkan sebab belum ada penetapan rapat pleno KPU.

Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten, Drajat Wahyudi mengatakan kain bahan seragam untuk jas anggota DPRD Kabupaten Klaten baru hasil Pemilu 2019 belum diserahkan. ” Kami belum berani sebab belum ada dasar hukumnya,” jelasnya, Selasa (30/7).

Dikatakannya, kain bahan seragam itu merupakan bahan untuk jas yang harus dikenakan anggota DPRD baru saat pelantikan. Setiap anggota mendapatkan satu paket disertai ongkos jahitnya. Pengadaan kain bahan jas itu berasal dari APBD 2019 yang sudah dianggarkan sejak jauh hari. Nilai anggarannya hanya sekitar Rp 150 juta bagi 50 anggota DPRD. Namun sampai saat ini, kain bahan jas masih belum diserahkan meskipun sudah ada yang menanyakan.

Sekretariat DPRD belum menyerahkan sebelum ada penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berisi nama-nama calon anggota DPRD terpilih. Sekretariat masih menunggu KPU melaksanakan rapat plenonya. Selama belum ada, kain bahan jas belum bisa diserahkan. Dikhawatirkan jika terlanjur diserahkan tanpa ada dasar penetapan KPU akan melanggar hukum.

Menurut informasi, KPU rencananya melaksanakan pleno penetapan antara tanggal 5-9 Agustus. Padahal masa jabatan DPRD lama 2014-2019 akan berakhir tanggal 12 Agustus. Waktu antara kemungkinan pleno penetapan dan pelantikan hanya beberapa hari sehingga waktu untuk menjahitkan jas mepet.

Warna Hitam

Sekalipun mepet, kata Drajat, Sekretariat DPRD tetap tidak berani menyerahkan. Solusinya, calon anggota DPRD yang akan dilantik diminta menggunakan jas setelah warna hitam berdasi dan bagi yang wanita mengenakan pakaian nasional. Kasubag Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Kabupaten Klaten, Heru Purwantoro mengatakan sekretariat telah menyiapkan kelengkapan untuk keperluan pelantikan.

” Rohaniawan yang akan berdoa dan ikut mengambil sumpah juga sudah kami hubungi,” katanya.

Rencananya pelantikan akan mengundang 600 orang tamu. Terdiri dari anggota DPRD lama beserta keluarga, DPRD baru beserta keluarga, Muspida dan tokoh masyarakat. Meskipun hari dan tanggal pelantikan belum jelas karena masih menunggu rapat pleno penetapan dari KPU, tetapi persiapan terus dilaksanakan.

Ketua KPU Kabupaten Klaten, Kartika Sari Handayani mengungkapkan rapat pleno penetapan belum bisa dilaksanakan sebab KPU pusat masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi yang rencananya tanggal 5-9 Agustus.

” Sebab di Dapil V DPR RI di pokok perkara 115 kemarin belum jadi putusan di MK,” jelasnya.

Dengan demikian, KPU di Dapil itu belum bisa menetapkan. Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Boyolali dan Kota Solo masih menunggu arahan KPU pusat. Setelah ada putusan MK dan arahan KPU pusat, KPU daerah akan langsung plenodilanjutkan membuat usulan pelantikan. Di Pemprov sudah membuat daftar kabupaten/ kota. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here