Berkat Program Mahasiswa Wirausaha UNS: Baru Setahun, Omzet Belasan Juta

program-wirausaha-uns
WIRAUSAHA: Salah satu peserta PMW 2018 Sugeng Sulistiawan (kiri) yang mengembangkan jasa teknologi dan aplikasi berbasis web memberikan penjelasan soal bisnisnya pada Pembina Senior PMW UNS Dr Eddy Tri Haryanto. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com -Status mereka memang masih mahasiswa.  Namun bisnis yang mereka rintis melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Sebelas Maret (UNS),  kini belasan juta bisa mereka peroleh dalam setiap bulannya. 
 
Adalah Sugeng Sulistiawan, mahasiswa semester akhir di Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNS yang merintis usaha di bidang jasa teknologi  yang diberi nama Diecoding. Ia menyediakan jasa pembuatan aplikasi berbasis website dan android yang dirintisnya sejak dua tahun lalu. Pengguna jasanya kebanyakan tak jauh jauh dari dunia pendidikan. 
 
“Ada aplikasi manajemen sekolah,  monitkring jaringan sekolah, sistem registrasi event yang dijalankan oleh sekolah dan lain lain. Kebanyakan aplikasi yang saya buat digunakan oleh dunia pendidikan. Namun ada juga yang dari kalangan pelaku usaha bidang lain,” kata Sugeng yang kini memiliki empat karyawan programer. 
 
Sugeng yang sejak sekolah memang menyukai dunia pemrograman ini dalam sebulan menerima pesanan sedikitnya  30 jenis aplikasi.  Ada yang dijual putus tanpa pemeliharaan, ada yang kontrak dengan pemeliharaan. Selain menjual aplikasi,  ia juga melakukan maintenance terhadap klien pengguna aplikasinya. Ada 15-20 klien yang dilayaninya perbulan. Dalam sebulan ia bisa mengantungi laba bersih tak kurang dari Rp 12 juta.
 
“Satu aplikasi biasanya sekitar Rp 2-4 juta. Dalam sebulan bisa sampai 30 aplikasi terjual, ” katanya. 
 
Saat ini ia masih mengontrak tempat untuk pengembangan ke depannya.  Ke depan,  ia ingin berinvestasi untuk memiliki kantor sendiri. Kondisi serupa juga dilakoni Jalu Pralambang Indiana, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)  UNS yang mengembangkan usaha kebab. Jalu yang masuk sebagai penerima hobah serta pendampingan dalam PMW 2018 tersebut kini memiliki lima gerai kebab di Solo Raya. Setiap gerai memiliki dua karyawan dan menghasilkan omzet tak kurang dari Rp 6 juta. Bahkan di salah satu gerai yang berlokasi di depan salah satu pusat perbelanjaan di Colomadu dan cukup ramai dalam sehari bisa menghasilkan omzet Rp 400 ribu dalam sehari atau sekitar Rp 8-10 juta perbulan.  
 
Ubah pola pikir
 
“Lima cabang ini masih saya dan keluarga yang pegang,  belum saya sistem seperti franchise. Ke depan saya ingin belajar mengenai franchise tersebut dan akan brand saya Kebab Indiana saya jual dengan sistem itu,” katanya.   
 
Pembina senior Program Mahasiswa Wirausahaan (PMW) UNS Dr Eddy Tri Haryanto mengemukakan, dari tahun ke tahun UNS melaksanakan PMW untuk merubah pola pikir mahasiswa agar setelah lulus mampu berwirausaha. Melalui program tersebut,  mahasiswa dibina dan diarahkan untuk menjadi wirausaha mandiri. Selanjutnya juga digelontorkan dana stimulan untuk mengembangkan usaha yang mereka rintis. 
 
Tahun 2018 lalu dari hampir 400 pelamar PMW sebanyak 87 mahasiswa yang terpilih dalam program yang didanai sebesar Rp 580 juta tersebut. Dua di antaranya adalah Jalu dan Sugeng yang meraup sukses dengan usaha mereka kendati masih berstatus mahasiswa. (Evi Kusninday)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here