Gegara Gelagat Mencurigakan, Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

gelar-perkara-pendi-barang-bukti-paket-sabu-polres-boyolali
BARANG BUKTI: Polisi mengamankan tersangka FH alias Pendi bersama barang bukti paket bubuk sabu dan barang bukti lainnya. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo com – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Boyolali berhasil mengungkap peredaran narkoba, sekaligus menangkap tersangkanya. Kini, tersangka ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut Wakapolres Kompol Donny Eko Listianto menjelaskan, tersangka adalah FH alias Pendi (33) warga Kampung Busukan RT 01 Rw 27, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Antara lain, lima paket bubuk putih sabu- sabu, bong, ponsel dan timbangan,” katanya saat rilis kasus tersebut di Mapolres Boyolali, Selasa (30/7).

Dijelaskan, tersangka ditangkap di areal pinggir jalan Dukuh Garen, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak pada Sabtu (20/7). Saat itu, petugas melihat tersangka yang berlagak mencurigakan. Kemudian petugas pun mendekati tersangka dan melakukan penggeledahan.

Ternyata benar, petugas mendapati barang bukti bubuk sabu yang disimpan di bawah jok motor milik tersangka. Tersangka pun tak bisa mengelak dan langsung diamankan. Petugas kemudian menggeledah kediaman tersangka.

“Dan di rumah tersangka itulah diperoleh barang bukti lain seperti timbangan dan bong.”

Dalam pengakuannya kepada petugas, tersangka mengakui bahwa dirinya menjadi pengedar narkoba jenis sabu- sabu. Barang haram itu diperoleh dari tersangka Edi yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Ungkap jaringan

Sabu- sabu dijual dalam bungkus kecil atau paket hemat. Namun demikian, tersangka tidak tahu siapa saja pembeli atau pemesan paket sabu- sabu tersebut. Biasanya barang pesanan di letakkan di pinggir jalan sesuai kesepakatan dan kemudian pembeli mangambil sendiri barang itu.

“Kini tersangka sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap jaringan pengedarnya.”

Tersangka dienai pasal 114 ayat2 dan pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun ancaman hukuman untuk pasal 114 adalah maksimal pidana mati, pidana seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak 10 miliar. Untuk pasal 112 berupa pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 5 hingga 20 tahun. Ditambah denda Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar ditambah sepertiganya. (Joko Mur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here