Peduli Ekosistem Sungai, Tradisi Pengantin Tebar Benih Ikan di Sungai Glogok

pengantin-tebar-ikan1
TEBAR IKAN : Tradisi pengentin tebar benih ikan dimulai oleh pasangan Pradana dan Ayu di Sungai Glogok.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

TRADISI pengatin menebar benih ikan di sungai yang sudah mulai berjalan di Kali Lunyu, Desa Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, kini mulai diikuti warga di sungai lainnya. Salah satunya di Sungai Glogok, Kelurahan Klaten, Klaten Tengah.

Kedua sungai itu alurnya cukup berdekatan, sejarahnya juga hampir sama. Awalnya sudah itu tercemar karena digunakan untuk membuang sampah dan limbah oleh orang tak bertanggung jawab. Akibatnya, sungai menjadi sangat kotor dan barunya tidak sedap.

Sejak beberapa tahun terakhir, warga di sekitar sungai mulai bergerak untuk membersihkan sungai dari sampah. Meski masih ada yang nekat membuang sampah ke sungai, namun sekarang ini, kondisi sungai sudah jauh lebih bersih. Kawasan di sekitar sungai juga sudah ditata dan dilukis dan dicat warna warni sehingga menjadi pemandangan yang indah.

“Tradisi pengantin tebar benih ikan sudah berjalan di Kali Lunyu. Setiap ada pasangan yang menikah, mereka menebar benih ikan ke sungai sebagai tanda syukur dan kepedulian pada kelestarian ekosistem sungai. Kini, tradisi itu juga dilakukan di Sungai Glogok,” kata Aktifis Sekolah Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayah.

Menurutnya, hal itu perlu dibudayakan di sungai-sungai lain di Klaten agar ekosistem sungai kembali seperti dulu, banyak ikan dan bisa dipancing oleh warga. Bila sungai bersih, maka kehidupan masyarakat juga menjadi lebih sehat.

Lestarikan sungai

“Minggu (28/7), pasangan pengantin menebar benih iklan di sungai Glogok, diikuti tamu undangan dan aktifis dari Komunitas Peduli Sungai Glodok, Jalidin dan Lunyu (Gojalu). Semuanya menyambut baik tradisi tebar benih ikan,” tegas Arif.

Suasana tebar benih ikan oleh padangan pengantin Pradana dan Ayu di sungai Glogok berlangsung cukup ramai. Pradana putra Eko Hari Mursanto warga Tonggalan, Klaten Tengah dan Ayu putri Rusdi Saleh asal Samarinda terlihat bahagia saat menebar benih ikan, sambil berharap bisa menjadi pasangan yang bahagia dunia dan akhirat.
“Kedua mempelai bersama komunitas sungai Glogok melakukan tebar 1000 benih ikan sehabis resepsi. Semoga ikannya bisa hidup di sungai yang sudah bersih, serta warga dan komunitas terus menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian sungai. dan peduli sungai. Semoga putra putri kami menjadi keluarga yang sakinak mawadah warohman aamiin,” kata Eko Hari Mursanto.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here