Ratusan Batu Dinding Candi Ditemukan Di Talud Rel

batu-candi-talud-rel
REL KERETA: Pekerja PT KAI merapikan jalur rel di jembatan Dusun Glonggong, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Selasa (30/7). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.comRatusan batu blok dinding candi ditemukan di Dusun Glonggong, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan. Batu-batu itu ditemukan di gorong-gorong jembatan rel kereta api. Temuan sisa bangunan candi itu bermula dari adanya informasi masyarakat yang diterima Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) pekan lalu.

Mendapat informasi jika ada temuan batu yang diduga sisa candi di bawah rel kereta api yang sedang dibangun, Balai langsung menerjunkan tim ke lokasi. Dari lokasi batu blok dinding candi itu digunakan sebagai dinding talud gorong-gorong. Oleh tim, batu tersebut diambil dan dibawa. Kepala Unit Candi Sewu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Deny Wachyu Hidayat menjelaskan yang diamankan dari lokasi sebanyak 344 batu komponen bagian candi. Batu-batu fragmen candi itu terbuat dari batuan jenis andesit.

” Dari jumlah itu ada batu isian dan batu kulit sebagai komponen candi,” ungkapnya, Selasa (30/7).

Deny menduga blok dinding candi itu merupakan bagian dari peninggalan Mataram Klasik sekitar abad delapan sampai sembilan Masehi. Dengan temuan itu, balai untuk sementara mengamankan semua batu temuan tersebut ke kompleks Candi Sewu sambil menunggu hasil penelitian para ahli. Yang paling penting, batu-batu sebanyak itu bisa aman dari segala kemungkinan. Termasuk disalahgunakan untuk bahan bangunan.

Melaporkan Temuan

Atas temuan di bangunan talut gorong-gorong itu, lanjut Deny, Balai mengimbau masyarakat yang menemukan benda-benda cagar budaya untuk melaporkan ke Balai. Suyoto, salah seorang pekerja PT KAI mengatakan batu-batu itu ditemukan di dinding talud. Para pekerja yang membongkar dan hendak membangun pondasi jembatan di bawah rel tidak menduga jika batu itu dinding candi.

” Tidak ada arca cuma batu bentuknya kotak,” jelasnya.

Setelah tim Balai datang, batu dikumpulkan dan dibawa pergi dari lokasi dengan mobil bak terbuka. Sampai Selasa (30/7) masih ada batu tersisa dua blok utuh. Ada yang batu blok biasa dan ada batu bertakik. Satu blok lain hanya tinggal separo. Agus, pekerja lain mengaku kaget jika dinding talud itu merupakan bagian dinding candi. Dilihat sepintas hanya batu biasa tetapi bentunya rapi berupa kotak persegi.

Namun dirinya tidak melihat ada yang diukir atau ada tulisannya. Hanya saja dari warga sekitar pernah didengar cerita jika tak jauh dari lokasi ada Dusun Gupolo. Konon, dulu pernah ditemukan arca dan batu serupa. Hanya saja letaknya sekitar 200 meter dari lokasi temuan saat ini. Beberapa warga sekitar menceritakan penemuan arca di dusun itu sudah berpuluh tahun silam saat pembangunan pipa minyak. Namun setelah itu warga tidak mengetahui lagi ada temuan lain. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here