UNS Siap Luncurkan Padi Hitam Varietas Intan Semar

varietas-intan-Semar-UNS
Kepala LPPM UNS Prof Dr Widodo Muktiyo dan peneliti beras hitam varietas Intan Semar UNS melakukan panen di Desa Ngijo, Karanganyar, Jateng. (suaramedekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap meluncurkan padi hitam hasil pengembangan riset para peneliti UNS di bawah pimpinan Prof Dr Sutarno. 
 
“Tanaman padi hitam yang kami kembangkan sudah tinggal selangkah siap untuk diluncurkan dengan nama varietas Intan Semar. Tanaman padi hitam merupakan bibit unggul  pengembangan UNS, “kata anggota tim peneliti Prof Dr Nandariyah didampingi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Prof Dr Widodo Muktiyo.  
 
Dikemukakan, beras hitam yang dikembangkan UNS saat ini sedang dalam tahap dua uji biotipe yakni uji ketahanan hasil dan uji ketahanan hama 
di laboratorium Balai Padi Sukamandi, Jawa Barat.
Dikemukakan,  setelah serangkaian hasil uji diperoleh maka tanaman padi hitam siap didaftarkan di Departemen Pertanian untuk dikeluarkan sertifikat sebagai benih unggul milik UNS. 
Dipaparkan anggota tim lainnya Prof Bambang Pujiasmanto, tanaman padi hitam yang dikembangkan UNS sudah banyak dimulikan dan diperbaiki varietasnya.
 
Hal itu antara lain dari tinggi batang tanaman yang awalnya di atas 1.5 meter dan menyebabkan rawan ambruk jika terkena angin. Dengan pemuliaan dan riset yang ada,  tanaman padi hitam bisa ditekan tingginya menjadi sekitar 120 cm.Selain itu juga lebih awet terhadap berbagai jenis wereng. Padi hitam yang dikembangkan UNS juga hasilnya lebih banyak yakni mencapai 6,9 ton/Ha. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding produktivitas padi jenis inpari 24 yang hanya 6,7 ton/Ha.
Padi jenis itu juga usianya lebih pendek yakni sekitar 100 hari sehingga lebih cepat dipanen. 
 
Prof Nandariyah menambahkan,  dengan kondisi tanaman yang subur, tanaman padi hitam telah dibudidayakan di tiga tempat yakni di Desa Ngijo Wetan, Tasikmadu Karanganyar dan di Desa Taru, Gatak Sukoharjo serta Pakahan Jogonalan 
Klaten. “Hasilnya sangat menyenangkan karena tidak pernah gagal panen,” katanya. (Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here