Muktamar Muhammadiyah ke-48, Solo Resmi Menjadi Tuan Rumah

kompleks-kampus-ums-surakarta-pabelan-sukoharjo
FOTO IKUSTRASI

 

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Kota Solo menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 48, 1-5 Juli 2020 mendatang. Jutaan peserta dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan menghadiri pada Muktamar Muhammadiyah yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini.

Rencananya muktamar akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). “Sudah ditetapkan jika Muktamar Muhammadiyah ke 48 akan digelar di Kota Solo. Nanti akan konsentrasi atau di pusatkan di UMS,” terang Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais dalam jumpa pers di UMS, Selasa (30/7).

Untuk tema dalam muktamar kali adalah “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta”. Itu sebuah gagasan, angan-angan atau kemauan baik yang ingin dilakukan oleh Muhammadiyah. Dimana ingin memperluas misi kerahmahtan sebagai gerakan Islam memajukan Indonesia dengan berusaha selalu hadir untuk memandu arah bangsa dan menyelesaikan masalah keumatan dan kebangsaan.

“Sejarah mencatat sejak kelahirannya, Muhammadiyah tidak terpisahkan dengan bangsa Indonesia. Ada yang mengatakan jika Indonesia dan Muhammadiyah itu ada ada dalam tarikan nafas, atau irama langkah bagaimana bangsa ini semakin maju. Mencerahkan alam semesta pada sisi lain Muhammadiyah berusaha melakukan gerakan internasionalisasi,” papar dia.

Muktamar Muhammadiyah ini bukan hanya event nasional tapi juga internasional. Saat ini lebih dari 20 pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah yang ada diberbagai Negara dan mengikuti kegiatan Muktamar Ke 48. Jadi Muhammadiyah ingin tuan rumah yang baik dan itu sudah ditekankan kepada panitia baik panitia muktamar atau penerima.

“Seiring dengan diselenggarakannya muktamar, kami mencoba soft lauching logo muktamar ke 48, Rabu (31/7) malam. Launching ini dianggap perlu, karena untuk warming up kegiatan. Akan hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiah Siti Noordjannah, jajaran pimpinan pusat Muhammdiyah dan Aisyiah maupun Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin,” imbuhnya.

Peluncuran logo muktamar

Logo muktamar di depannya adalah gunungan, itu dalam konsep jawa simbol tentang pohon kehidupan yang melambangkan seisi alam semesta. Bentuk gunungan itu angka 48 dalam tulisan arab, itu menjadi simbol dari muktamar ke 48 yang menjelaskan estafeka dari periode ke periode menuju babak baru. “Itu menunjukan langkah pergerakan dinamis dalam mencapaitujuan Muhammadiyah sebagaiman yang dicita-citakan KH Ahmad Dahlan,” ujar dia.

Kaligrafi, gubahan gunungan dibentuk dari angka 48 dalam kaligrafi arab. Kaligrafi dan arsitektur melambangkan peradaban dan senin Islam yang bernilai tinggi. Panah keatas, ada angka 8 berbentuk seperti anak panah menghadap ke atas yang melambangkan perkembangan dan tujuan organisasi dan membangun peradaban Islam yang berkemajuan.

Dalam background alam semesta dan lintasan cahaya adalah simbolis dari alam semesta. Itu sekaligus menggambarkan lintas gerak cahaya yang mencerminkan dinamisasi gerakan dakwah dan tajdid pencerahan Muhammadiyah di bumi Indonesia yang mencerahkan semesta sebagai aktualisasi Islam berkemajuan yang menyebarkan misi rahmatan lil alamin.

Kemudian yang berbentuk lingkaran melambangkan keterus menurus tanpa putus asa dan melintas batas. Semburat cahaya bersudut 48 menggambarkan energy, kekuatan, martabat dan kecerdasan serta dapat di artikan juga sebagai simbol pencerahan yang menggembirakan dalam muktamar 48.

Untuk jenis huruf dalam penulisan muktamar, tema dan seterusnya menggunakan huruf futura. Dimana mempunyai karakter kokoh, modern dan futuristik dalam spirit Islam berkemajuan untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta.

Sementara itu Rektor UMS, Sofyan Anif mengatakan jika persiapan terus dilakukan untuk Muktamar Muhammadiyah ke 48. Itu seperti pembangunan gedung baru, Edutorium yang mencapai 30 persen dan Desember 2019 ditargetkan selesai dibangun.  (Ari Welianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here