Pedagang Enggan Tempati Kios Darurat, Rudy: Nanti Tidak Dijatah Kios

kios-pasar-darurat-pasar-legi-solo
Tinjau lokasi kios darurat: Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo didampingi kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Heru Sunardi, dan instansi terkait meninjau lokasi yang akan digunakan untuk kios darurat Pasar Legi, Rabu (31/7). (suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo Al)

SOLO,suaranerdekasolo.com – Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengancam tidak akan memberikan jatah kios Pasar Legi jika pedagang enggan menempati kios darurat yang akan dibangun di kompleks Monumen Banjarsari (Monjari). Akan tetapi, Rudy juga tidak melarang jika memang pedagang memilih menyewa kios lain. 

“Kalau mau menyewa kios bilang saja. Jangan sampai sudah dibangunkan kios darurat tetapi tidak dipakai. Kalau sudah dibangunkan tidak dipakai, nanti tidak diberikan kios di Pasar Legi,” tegas Rudy disela meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pasar darurat, Rabu (31/7). 

Rudy menambahkan, nantinya kios darurat akan ditempatkan di sejumlah titik. Mulai dari kompleks Monjari, bekas TPS timur Monjari dan juga lahan parkir milik Dinas Pendidikan (Disdak). 

Untuk kios darurat akan dibangunkan di depan rumah warga yang ada di sekitar Monjari. “Saya meminta izin dan meminta maaf kepada warga yang depannya kami pinjam sementara untuk kios darurat. Peminjaman ini lebih kurang akan berlangsung lebih kurang satu tahun,” kata Rudy. 

Dengan adanya kios pasar darurat tersebut, Rudy menambahkan, masyarakat akan terganggu. Akan tetapi, Rudy menjanjikan setelah pembangunan Pasar Legi rampung, bekas lahan pasar darurat akan disulap menjadi taman. 

“Nanti bekas kios darurat itu akan diganti dengan taman. Kami mohon maaf kalau nanti masyarakat akan terganggu dengan keberadaan pasar darurat. Ini karena Pasar Legi akan dirobohkan dan kami tidak punya lahan yang ada di dekat Pasar Legi,” ungkapnya. 

Rencananya akan ada 140 kios darurat yang akan dibangun di sekitar Monjari. Selain kios darurat, Pemkot juga akan menyiapkan los dan oprokan. “Kios darurat yang dibutuhkan 245 dan sudah dibangun 105 kurang 140. Nanti juga ada oprokan dan los. Total pedagang 700an,” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta, Heru Sunardi menyampaikan, untuk pembangunan pasar darurat, los dan oprokan dianggarkan lebih kurang Rp 2 miliar. “Lelang untuk perobohan pasar sudah dilakukan, dan Oktober pasar akan dirobohkan dan dilanjutkan dengan pembangunan,” katanya. (Ari Purnomo Apl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here