Serapan Anggaran Seret, Bupati Gerah

apbd-klaten-2019
RAKOR KEGIATAN: Peserta rakor pelaksanaan kegiatan 2019 di pendapa mendengarkan arahan Bupati, Sri Mulyani. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

* 2019 Target Adipura

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Serapan anggaran APBD 2019 yang baru sebesar 20 persen membuat Bupati Klaten, Sri Mulyani gerah. Bupati memperingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memenuhi target pelaksanaan.

” Serapan anggaran baru 22 persen. Dua bulan yang lalu kita sudah sepakat deviasi tidak terlalu besar,” kata Bupati Klaten,

Sri Mulyani, Selasa siang (30/7) saat Rakor Pelaksanaan Kegiatan APBD 2019 triwulan II. Rapat di pendapa dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat pembuat komitmen (PPK), Camat dan lainnya. Bupati mengatakan tahun 2019 jumlah kegiatan ada 2.814 kegiatan dengan target awal 52 persen. Tetapi sampai triwulan II tahun 2019 baru direalisasi 42 persen dengan deviasi masih minus 11 persen. Padahal tiga bulan lalu semua sudah sepakat deviasi tidak lebih dari 10 persen.

Lagu lama dan kebiasaan semacam itu mestinya tidak selalu terulang sebab akan menumpuk di akhir tahun. Yang repot nantinya juga ASN di OPD terkait. Untuk itu semua OPD harus bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan sesuai target dan sesuai harapan masyarakat. Deviasi yang lebih 10 persen kadang dianggap biasa sebab tidak ada sanksi. Padahal hasil seperti itu membuat hidup tidak tenang. Setiap Rakorlak, selaku Bupati dirinya selalu datang menunggui sampai selesai tetapi nyatanya hasil masih sama.

Kondisi itu membuat bingung, harus bagaimana mengatasi. Apabila pejabatnya memang tidak sanggup lebih mundur daripada diundurkan. Pejabat yang senior diminta membimbing, memberi arahan dan saling mengingatkan yang yunior.

Saling Mengisi

Antar OPD, kata Bupati, diharapkan saling mengisi sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Baik dari segi mutu, waktu dan sasaran. ” Saya berharap ada percepatan anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun,” tambahnya.

Tahun 2018 Klaten sudah mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dan harus dijadikan semangat. Tahun 2019 ini dicanangkan meraih Adipura sebagai target. Adipura perlu kerjasama antar pemerintah dan masyarakat. Plt Kabag Pembangunan Pemkab Klaten, Pramana Agus Wijanarka menjelaskan jumlah belanja langsung mencapai Rp 820 miliar dengan 775 program dan 2.814 kegiatan. Realisasi keuangan berdasar SP2D sampai Juni Rp 180, 7 miliar atau 22, 01 persen. Berdasar SPj ada Rp 180, 4 miliar. Dibandingkan tahun 2018 SP2D Rp 91, 5 miliar atau 11, 25 persen dan SPj Rp 91 miliar atau 11, 24 persen. Untuk fisik rencana 52 persen realisasi 41 persen dengan deviasi minus 11 persen.

Persentasi kegiatan yang masih nol persen ada sebanyak 422 kegiatan, 1-25 persen ada 521 kegiatan, 26-50 persen ada 961 kegiatan, 51-75 persen ada 477 kegiatan, 76-99 persen ada 206 persen dan 100 persen ada 237 kegiatan. Ke depan serapan diharapkan lebih baik sehingga semua sesuai target dan sasaran. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here