3 Kios Pasar Jambangan Terbakar

3 Kios Pasar Jambangan Terbakar
ARUS PENDEK : Tiga kios di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, terbakar pada Rabu (31/7) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com – Tiga kios di Pasar Jambangan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Jateng, terbakar pada Rabu (31/7) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp 70 juta. 
Heri, saksi peristiwa mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui pukul 18.30. “Saya sedang ngobrol sama teman, saat melihat ada kepulan asap dari salah satu kios,” katanya. 

Bersama beberapa orang, pintu kos yang terkunci didobrak. Ternyata, api sudah merembet hingga atap. Peristiwa itu dilaporkan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Karanganyar, serta ke PLN untuk pemutusan aliran listrik. Tak lama  berselang, dua unit Damkar tiba di lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30. 

Sugio, salah satu pemilik kios mengaku sudah di rumah, saat mendapat kabar kios yang menjadi gudang sembako miliknya kebakaran. “Di dalam kios ada 2 ton gula pasir, 1,5 ton gula merah, 4 kuintal beras dan beberapa barang lain,” tuturnya. 

Kapolsek Mojogedang AKP Mardiyanto mengatakan, tiga kios yang terbakar adalah kios gudang sembako, kios baju dan kios soto. “Posisinya di sebelah timur pasar,” jelasnya. 
Diduga, penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek dari salah satu kios. “Titik apinya muncul dari bagian atap,” katanya. 

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM) Karanganyar Eko Joko Iswanto mengatakan, peristiwa kebakaran sudah dilaporkan ke Bupati dan instansi terkait. 

Sebab untuk merenovasi kios yang terbakar, butuh koordinasi dengan instansi lain. “Untuk perbaikannya, tunggu petunjuk dari Bupati. Kalau mau membuat kios darurat, dana tak terduga ada di instansi terkait lain,” jelasnya. 

Menurutnya, ada empat pedagang yang terdampak kebakaran. Selain tiga kios yang terbakar, ada satu kios yang atapnya dijebol agar api tidak meluas. Namun kios yang atapnya dijebol tidak dibuatkan kios darurat. 
“Pedagang juga sudah minta izin, untuk memperbaiki atap secata swadaya, agar kios bisa dipakai. Ya nanti diizinkan, sepanjang tidak mengubah bentuk bangunan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here