Mahasiswa KKN Dorong Pengembangan Desa Surfing di Pacitan

0
26
Mahasiswa-KKN-Dorong-Pengembangan-Desa-Surfing-di-Pacitan
Kepala LPPM UNS Prof Dr Widodo Muktiyo didampingi sejumlah staf berdialog dengan kelurahan dan warga saat melakukan peninjauan lokasi KKN Tematik 2019 di Desa Watu Karung, Pacitan, Jatim. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya) .
SOLO suaramerdekasolo.comMahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN)  tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) ikut mendorong terbentuknya desa wisata yang sepenuhnya dikelola masyarakat di Dusun Watu Karung dan Dersono Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Pacitan Jatim. 
 
Hal itu terungkap saat peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)  UNS Prof Dr Widodo Muktiyo dan Kepala Unit Pelaksana (UP) KKN Dr Rahayu ke Pacitan.  
 
“Masyarakat di dua Dusun ini berdekatan dengan daerah pantai berpasir putih yang sangat eksotis. Kawasan ini sangat mungkin dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang bisa mendatangkan kesejahteraan masyarakat, ” papar koordinator mahasiswa KKN Dusun Watukarung Kevin. 
 
Sayangnya, lanjut Kevin, kendati alamnya mendukung untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata, masyarakat belum banyak memiliki kesadaran untuk mengembangkannya.  
 
Karena itu mahasiswa mengajak masyarakat gar bersama sama bisa merealisasikan terbentuknya Watu Karung sebagai destinasi unggulan dengan warga sebagai subyeknya. 
“Pantai Blosok dan Watukarung juga dikenal menjadi jujugan pecinta surfing atau peselancar dari berbagai negara. Sayang jika tak dikembangkan untuk kemakmuran warga,” katanya. 
Kepala UP KKN Rahayu mengemukakan,  berdasarkan pemetaan masalah,  perlu dibangun kesadaran sosial bagi masyarakat sekitar agar segera menguatkan pembentukan desa wisata. Sebab jika terlambat,  warga desa tidak akan menjadi tuan dari kemajuan pariwisata yang sangat pesat. 
 
Ia menyarankan agar jangan sekadar aspek teknis yng dolakukan oleh mahasiswa KKN namun juga aspek sosial dengan mengubah pol pikir serta penguatan mental sebagai pelaku pariwisata bukan jongos semata. 
“Ibaratnya Desa ini sedang diajak berlari. Jika masyarakatnya tidak bisa mengimbanginya akan tertinggal. Sudah banyak di tempat yang maju pariwisatanya justru warga setempat hanya menjadi buruhnya,  bukan pelaku utamanya, ” paparnya.
 
Kepala Desa Watukarung Wiwid Peni Dwi Antari membenarkan adanya investor asing yang menguasai tanah di sekitar pantai yakni dari Australia. Masuknya modal asing itu sekitar 2005, sebelum ia menjabat.
“Sekarang kami tidak ingin lagi. Kami selalu memberikan penekanan kepada warga agar tidak menjual tanah ke orang asing.”
 
Sekarang warga sudah mulai paham dan tidak ada lagi penjualan ke asing. Jadi hanya tiga orang asing yang sudah telanjur pindah tangan.  Ia mengakui, pernah menolak beberapa tawaran investasi dari pihak luar yang dinilainya merugikan masyarakat.  
 
Kepala LPPM Prof Dr Widodo Muktiyo menekankan perlunya mengangkat tema sosial dalam program KKN. Jadi tidak saja mendorong pada pembangunan fisik namun juga pada kesadaran masyarakat. (Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here