Pembebasan Lahan Proyek KA Bandara Capai 92 Persen

0
19
pembangunan-ka-bandara-stasiun-balapan-bandara-adi-soemarmo
JALUR BARU : Alat berat dikerahkan untuk membuat jalur KA baru di wilayah Kadipiro, Banjarsari Solo, ateng Kamis (1/8). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Proses pembebasan lahan di wilayah Boyolali dan Kota Solo, Jateng untuk pembangunan jalur KA Bandara (Stasiun Balapan-Stasiun Sekip-Stasiun Bandara Adi Soemarmo) terus dikebut. Sampai awal Agustus 2019 ini sudah 92 persen pembebasan lahan diselesaiakan sampai dengan tahap pembayaran kepada pemilik lahan. Sisa pembebasan lahan sebesar delapan 
akan segera dikerjakan secepatnya.  

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah, Yurisal Elmianto dalam acara pembayaran ganti untung lahan di Dibal Boyolali mengatakan, pembebasan lahan jalur KA bandara di Kota Solo sudah rampung. Saat ini pelaksana proyek terus melakukan penyelesaian konstruksi bangunan stasiun dan pembangunan jalur baru.

“Khususnya pembebasan lahan di Solo sudah clear. Tinggal dua bidang saja yang saat ini tinggal menunggu pembayaran konsinyasi di Pengadilan Negeri Surakarta,” jelas Yurisal kepada wartawan.
Oleh karena proses pembangunan konstruksi dan jalur KA bandara di Solo juga dipercepat, targetnya pada September 2019 ini bisa selesai.

Pembebasan lahan 

Lebih lanjut Yurisal menambahkan, pembebasan lahan yang tersisa delapan persen kebanyakan ada di wilayah Boyolali. Umumnya lahan atau bangunan ini adalah tanah yang berkarakter khusus. Yakni status kepemilikan lahan milik kas desa atau lembaga-lembaga pendidikan, sekolah. Sehingga proses pembebasanya membutuh birokrasi tersendiri, seperti meminta persetujuan dari gubernur.

“Saya berharap setelah izin dari gubernur ini turun maka bidang tanah yang berkharakter khusus ini bisa dibebaskan sehingga proyek pembangunan KA bandara bisa berlangsung cepat.”

Sementara itu, pada 1 Agustus 2019, sebanyak 11 bidang lahan dibebaskan dan para pemilik tanah sudah menerima uang pembayaran melalui rekening bank.
“Hari ini (kemarin-red), kami sudah bayarkan 11 bidang tanah yang sudah dibebaskan. Selanjutnya bidang-bidang tanah yang sudah menjadi milik negara itu segera dibangun konstruksinya,” kata Yurisal. (Budi Santoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here