Cegah Antrax, Disnakan Karanganyar Awasi Lalu Lintas Hewan Kurban

0
28
pasar-hewan-karanganyar
PASAR HEWAN - Pasar hewan mulai ramai diserbu masyarakat. Disnakan Karanganyar waspada antrax. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Untuk mengantisipasi menjalarnya penyakit antrax yang ditularkan lewat hewan korban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban dari luar daerah yang masuk ke Karanganyar.

‘’Kita tidak mau kecolongan lagi seperti dua tahun lalu saat ada sapi terkena antrax di Gondangrejo yang terpaksa kita musnahkan karena sangat berbahaya, bisa menyebarkan penyakit itu kepada hewan lain dan juga kepada manusia,’’ kata Drh Fathurrahman, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Minggu.

Sapi yang terkena antrax itu dilaporkan oleh pemiliknya saat hendak menyerahkan kepada panitia kurban di masjid. Karena curiga melihat keadaan sapi, dia lantas melapor ke Disnakan. Setelah dicek betul terkena antrax sehingga dimusnahkan.

Pemusnahannya juga oleh petugas dengan cara dikubur hidup-hidup dan dibakar karena takut penyakit itu berjangkit dari darah yang mengalir dari sapi setelah disembelih. Karena itu sapi itu tidak jadi disembelih tapi langsung dimusnahkan.

Sapi itu diketahui beredar dari tangan ke tangan, tidak di pasar sapi, tidak diperiksa kesehatannya, tapi langsung dari pemilik asli yang sebetulnya sudah tahu ke orang yang akan berkurban. Dan langsung dipanggilkan jagal. Untung jagalnya sudah terlatih sehingga melapor.

‘’Sapi itu bukan dari Karanganyar, tetapi kiriman dari Sragen yang ditawarkan ke orang Karanganyar dan dibeli. Orang itu hanya tergiur harga yang murah sehingga langsung mau. Ini juga peringatan kepada penjual untuk jujur mengatakan kondisi hewan ternak. Masyarakat biasanya tahunya terima bersih, dan harga murah. Sehingga syarat kesehatan dan syarat syariah hewan kurban terabaikkan.’’ Kata Fathur.

Saat ini lalu lintas hewan sangat padat. Karena itu pihaknya melakukan pengawasan ketat. Sebab hewan dari Sragen, Boyolali, bahkan Pacitan yang masih terjangkit Antrax masih lalu lalang di jalan. Karena itu dia mengetuk warga masyarakat untuk berhati-hati.

Periksa betul sisi kesehatan hewan kurban, dan sisi syariat hewan yang akan dipakai berkorban. Kalau kambing betul-betul sudah poel berusia lebih dari setahun, gigi depan sudah tanggal bukan ditanggalkan, sapi berusia minimal dua tahun.

Juga imbauan kepada pedagang untuk mengatakan yang sebenarnya, sehingga masyarakat tidak tertipu. Sebab jika tertipu tidak saja kurbannya tidah sah, namun dari sisi kesehatan berbahaya. Dan itu terlihat pada kondisi hati, paru dan limpa hewan.

Periksa kesehatan sapi

Terhadap hewan dari luar yang masuk ke Karanganyar, termasuk yang sekadar melintas, harus menyerahkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Disnakan setempat, misalnya dari Sragen, Boyolali dan Pacitan yang dicurigai masih banyak antrax. Mantri Disnakan ditempatkan di seluruh wilayah utama masuk ke Karanganyar.

Terhadap hewan yang dijual di tepi jalan, petugas Disnakan juga akan melakukan pemeriksaan sporadis. Hari Selasa, sampai Kamis petugas akan ke lapangan. Dan Dewan Masjid Karanganyar akan memeriksa hewan menjelang Idul Kurban.

Dia kembali wanti-wanti untuk masyarakat betul-betul berhati-hati  dan tidak tergiur harga murah hewan kurban saja. Penjual juga disarankan sejak minimal dua minggu sudah memberikan obat cacing pada hewan kurban agar sehat, dan tidak terlalu banyak memberi makan dua hari menjelang di sembelih. Agar mendapatkan daging berkualitas.(Joko DH)

Editor :Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here