Diikuti 35 Kontingen, Klaten Lurik Carnival Meriah

klaten-lurik-carnival
LURIK CARNIVAL : Peserta Klaten Lurik Carnival menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan, Jumat (3/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 35 kontingen mengikuti Klaten Lurik Carnival (KLC) 2019, Sabtu (3/8). Semuanya menampilkan berbagai kreasi busana berbahan lurik tradisional dan atraksi di depan panggung kehormatan di proliman depan Plasa Klaten.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74 itu disaksikan ribuan masyarakat Klaten di Jalan Pemuda. Sejak pukul 12.00, masyarakat sudah berkumpul di sekitar panggung kehormatan.

KLC diawali dengan hadirnya arak-arakan Bupati Sri Mulyani dan jajaran Forkompimda. Begitu tiba di panggung kehormatan, dilakukan upacara pembukaan ditandai dengan pelepasan burung merpati.

‘’Klaten Lurik Carnival digelar sebagai sarana untuk mempromosikan potensi daerah unggulan Kabupaten Klaten terutama lurik ATBM (alat tenun bukan mesin). Saat ini, lurik Klaten sudah mulai digemari masyarakat juga para perancang kondang,’’ kata Bupati Sri Mulyani usai membuka KLC.

Satu demi satu kontingen menggelar atraksi di depan panggung kehormatan. Masing-masing diberikan waktu tampil 5 menit untuk menampilan atraksi sesuai potensi dan tema yang diusung. Mulai dari tari-tarian diiringi musik dengan paparan tentang maksud atraksi oleh petugas protokol.‘’Ada 35 kontingen yang mengikuti Klaten Lurik Carnival 2019, kontingen berasal dari 26 kecamatan, organisasi perangkat daerah, Perusda hingga dari swasta. Semua mengangkat tema sesuai potensi daerahnya masing-masing,’’ kata Ketua II Panitia Hari Jadi Klaten, Ronny Roekmito.

Masyarakat antusias

Staf Ahli Bupati Joko Wiyono mengatakan, KLC termasuk event yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena secara langsung membawa dampak pada pengembangan UMKM di Klaten, khususnya para perajin lurik ATBM. Pamor lurik sebagai kain trandisional asli Klaten juga terangkat. Melalui event KLC, lebih banyak orang mengenal lurik Klaten.

‘’Semua peserta menampilkan busana berbahan lurik untuk menampilkan keindahan kain lurik khas Klaten. Hal ini bertujuan agar lurik semakin dikenal luas oleh masyarakat Klaten dan luar Klaten. Sudah banyak orang yang mengagumi lurik tradisional dan mengenakannya dalam berbagai kesempatan,’’ ujar Joko Wiyono.

Masyarakat terlihat antusias menyaksikan pertunjukkan yang disajikan kontingen peserta. Tak orang dewasa saja, namun juga anak-anak ikut menikmati atraksi para peserta. Sebagian peserta menampilkan musik akustik untuk mengiri penampilan yang disajikan. ‘’Karnaval lurik bagus-bagus busananya, menarik,’’ kata Azka warga Tegalyoso.

Salah satu kontingen dari Setda Klaten yang dikoordinatori Bagian Humas menampilkan berbagai busana lurik yang menarik. Peserta sudah bersiap sejak pukul 12.00 namun baru mendapat giliran tampil urutan 30 sekitar pukul 16.00. ‘’Kami melakukan persiapan agar bisa menampilkan atraksi dan busana yang menarik,’’ ujar Kabag Humas Wahyudi Martono.(Merawati Sunantri)

Editor : Hartanto Gondes

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here