Kampung Ponten Wonogiri Dihiasi Ratusan Lampion

kampung-ponten-dihiasi-lampu
DIHIASI LAMPION : Kampung Ponten RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri dihiasi ratusan lampion berwarna-warni, Minggu (4/8). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com –  Ratusan lampion berwarna-warni kini menghiasi Kampung Ponten RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jateng. Tembok-tembok di sepanjang jalan kampung tersebut juga penuh dengan seni mural dan grafiti. Hal itu dilakukan untuk mengubah citra kampung kumuh menjadi kampung cantik.
 
Ashari Mursito Wisnu, ketua RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo mengatakan, sekitar 300 lampion dipasang warga. “Kami saat ini membuat Kampung Lampion. Tahun depan, rencananya mengadakan festival dengan membuat lebih banyak lagi lampion, lalu memasang lampion-lampion karakter di sepanjang jalan,” katanya usai menggelar pembukaan Kampung Lampion, Sabtu malam (3/8).
 
Warga dan pemuda setempat juga menggandeng komunitas para pecinta seni mural dan grafiti yang tergabung dalam Wonogiri Street Art (WSA) untuk menghiasi tembok-tembok di sepanjang jalan kampung. Untuk sementara ini baru 12 rumah dari 52 rumah yang dihiasi seni mural dan grafiti. 
 
Cat yang dibutuhkan untuk mewarnai seluruh lantai jalan, dinding dan atap rumah di kampung itu diperkirakan mencapai 3,2 ton. “Masih ada sekitar 40 rumah yang belum, karena kebutuhan catnya belum terpenuhi,” terangnya.
 
Kampung pelangi
 
Kampung Lampion dimeriahkan dengan aneka jajanan pasar atau makanan tradisional yang dijajakan di sepanjang jalan kampung. Tujuannya agar perekonomian warga menggeliat. “Jajanan tradisional kami gelar setiap Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu pagi. Kami juga ingin menarik pengunjung Car Free Sunday ke kampung Ponten,” ujarnya.
 
Dia menerangkan, Lingkungan tersebut semula mendapat predikat kampung kumuh di perkotaan.  Predikat yang disandang itu justru memacu motivasi untuk menciptakan ‘kampung pelangi’ di tengah kota. Caranya dengan mengubah pola hidup dan kebiasaan. “Yang semula kotor menjadi pelopor dan inspirasi bagi kampung lain,” katanya.
 
Pembukaan Kampung Lampion dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa. Dia berharap kampung tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Luar biasa. Desember nanti akan beda lagi situasinya. Pemerintah akan menyupport,” katanya.
 
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu ditambahi. Antara lain selokan, sanitasi dan pemasangan pot atau penanaman turus jalan. “Selokan dan sanitasi akan diselesaikan pemerintah,” imbuhnya. (Khalid Yogi)
Editor :Nindya Achmadi
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here