Langsung Terjun Pantau Pemadaman TPA Putri Cempo Mojosongo

0
37
yf-sukasno-pantau kebakaran-sampah-tpa-putri-cempo
PANTAU KEBAKARAN : Wakil rakyat dari PDIP Surakarta, YF SUkasno berada di sekitar TPA Putri Cempo Mojosongo Solo memantau proses pemadaman api dari sampah yang terbakar. (suaramerdekasolo.com/dok)


*YF Sukasno Terbiasa Dengan Bau Sampah

SOLO,suaramerdekasol.com – Wakil rakyat satu ini memang beda dari yang lainnya. Kondisi terkini di tengah-tengah warga Kota Solo, Jateng selalu dimonitornya. Taruh contoh kebakaran sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.
YF Sukasno langsung tancap gas, datang ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung seperti apa kejadian itu. Sesampainya di sana, beberapa pejabat penting seperti Kepala Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Gatot Soetanto, dan Kepala DLH Surakarta Sri Wardhani sudah datang.
Para pengambil kebijakan di Kota Bengawan ini memonitor secara detail kejadian itu, termasuk memantau situasi.

Kepada suaramerdekasolo.com, YF Sukasno mengatakan, dirinya langsung menuju lokasi pembuangan sampah terbesar di Solo Raya itu untuk memastikan seberapa besar kebakaran sampah dan dampak-dampaknya.

“Ya saya langsung ke lokasi (TPA Putri Cempo) dan melihat sendiri kondisi kebakaran sampah itu. Saya melihat petugas PMK Solo bahu membahu memadamkan api agar tidak membesar. Dan mengurangi dampak-dampak yang muncu di tengah-tengah masarakat,” katanya.

Bagi wakil rakyat dari PDIP ini, bau sampah dan lalat yang berterbangan tidak membuatnya surut turun ke sumber persoalan. Ia mengaku tidak jijik dengan berkumpulnya kotoran-kotoran dan sampah itu. Padahal sebagai wakil rakyat sebenarnya dirinya cukup di kantor di bawah AC yang dingin tak perlu ke lapangan dan tinggal menunggu laporan saja.

“Oh tidak bisa saya harus ke lapangan memastikan sendiri kondisi lapangan seperti apa. Sebab laporan ke saya dan kondisi lapangan itu pasti berbeda,” imbunya.

Dicarikan solusi

Sukasno mengungkapkan, dari pengamatannya munculnya api di tengah-tengah sampah ini memang dipicu berbagai hal. Bisa saja, di tengah-tengah sampah itu ada korek gas yang masih bisa menimbulkan api di bawah terik matahari atau sebab lainnya, atau bisa penyebab-penyebab lainnya.

“Ya beginilah bila sistem pengolahan sampai masih menggunakan Open Dumping,” imbuhnya.

Politikus senior ini mengungkapkan, pihaknya akan membawa persoalan kebakaran sampah ini ke komisinya yakni Komisi II. Dengan begitu, persoalan kebakaran sampah di TPA Putri Cempo yang bisa dibilang langganan ini bisa segera dicarikan solusinya dan menyudahi kerugian yang dialami pemkot dan khususnya warga atas kejadian ini.

Seperti diketahui, Kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali terjadi, Senin (29/7). Kebakaran yang diduga disebabkan karena gas metana membakar sampah dan butuh penanggulangan dari PMK Solo. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here