Ndalem Gondosuli Adakan Membatik Bersama di CFD

0
12
Membatik: Gazilla (7) didampingi ibundanya, Likha (33) terlihat begitu serius saat membatik, Minggu (4/8). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ndalem Gondosuli dalam ajak Batik Week. Ndalem Gondosuli Adakan Membatik Bersama di CFD
MEMBATIK : Gazilla (7) didampingi ibundanya, Likha (33) terlihat begitu serius saat membatik, Minggu (4/8). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ndalem Gondosuli dalam ajak Batik Week. Ndalem Gondosuli Adakan Membatik Bersama di CFD. (suaramerdekasolo.com/Yusuf Gunawan)
SOLO,suaramerdekasolo.comPusat batik di Kampung Batik Laweyan, Ndalem Gondosuli Solo, Jateng mengadakan membatik bersama di Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (4/8). Kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi mengenai wastra batik untuk semua kalangan. Kegiatan ini sekaligus menyongsong gelaran tahunan yakni kompetensi kejuaraan batik tingkat sekolah sampai umu yang akan digelar September mendatang. 
 
Ketua Penyelenggara Batik Week, Rudianto menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan. Dan tahun, ini perlombaan menjadi tahun kedua perlombaan yang akan diadakan oleh Ndalem Gondosuli. “Kegiatan ini untuk menyosialisasikan mengenai wastra batik di semua tingkatan. Menjadi media edukasi. Selama ini batik sebagai kebudayaan lokal,” kata Rudi. 
 
Rudi menambahkan, dalam membatik tidak hanya mempelajari mengenai tekniknya. Tetapi, banyak hal yang bisa dipelajari. Maka dari itu, dengan kegiatan membatik bersama ini diharapkan dapat menarik minat warga untuk mengikuti perlombaan membatik September mendatang. 
 
“Perlombaan ini akan memperebutkan Piala Gubernur. Melalui kompetensi nantinya juga sebagai sosialisasi. Dan kami juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Surakarta, ” bebernya. Rudi juga mengatakan, dengan membatik nantinya bisa menjadi upaya untuk melestarikan batik. 
 
Salah seorang peserta membatik bersama, Gazilla (7) terlihat begitu serius saat membatik. Dengan didampingi ibundanya, Likha (33) Zilla mulai mewarnai gambar yang disediakan panitia. 
“Tadi pas lewat sini melihat ada membatik bersama terus minta berhenti dan tertarik untuk membatik. Ini cukup bagus, membatu meningkatkan kreatifitas anak. Selain itu, juga bisa menumbuhkan rasa cinta anak terhadap batik,” katanya. (Ari Purnomo Apl)
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here