Pentas Mahakarsa Santri PPMI Assalaam

0
91
Pentas Mahakarsa Santri PPMI Assalaam
FOTO ILUSTRASI

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Santri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam di Kartasura, Sukoharjo menggelar pagelaran aksi Mahakarya Santri Assalaam (Mahakarsa) 633, Jumat – Sabtu (2/8-3/8). Pagelaran aksi ini sebagai simbol persembahan untuk menyambut dan motivasi adik-adik baru yang masuk ke PPMI Assalaam.

Pagelaran aksi yang dimotori santri-santri kelas XII berlangsung meriah. Berbagai seni pertunjukan ditampilkan para santri, seperti  Gambus, Marawis, Band, Perkusi, Tari Budaya, Masquarade, IBSA, Drama, Shadow Show mampu memukai pengunjung. Bahkan seni lampu yang dimainkan sangat indah dan bagus.

“Enjoy the Show,” ujar Direktur PPMI Assalaam, Uripto M. Yunus dalam sambutannya, kemarin.

PPMI Assalaam dari awal berkomitmen membangun generasi yang memiliki keseimbangan karakter antara spiritual, intelektuan, moral dan ketrampilan. Pagelaran akbar Mahakarsa 633 ini merupakan salah satu bukti PPMI Assalaam memiliki santri dengan kualitas moral dan ketrampilan yang membanggakan.

“Ini sebagai kreativitas para santri dan mempunyai karya seni yang membanggakan. Kerjasama dan kesolidan para santri mampu memukai ribuan mata. Image santri yang ketinggaln zaman dan tradisional seketika hilang dengan aksi pertunjukan,” papar dia.

Pagelaran Mahakarsa 633 ini sebagai simbol persembahan para santri untuk menutup kegiatan keorganisasian yang sudah berlangsung. Ini juga untuk menyambut dan memberikan motivasi bagi adik-adik kelas untuk senantiasa melakukan kegiatan positif, membangun karakter Islami dan unggul sesuai dengan visi yang diangkat oleh PPMI Assalaam. 

“Kami sangat mengaprisiasi pentas Mahakarsa yang dilakukan santri kelas XII ini. Dimana mampu menyuguhkan hiburan yang mengandung nilai-nilai pendidikan kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika. Nilai-nilai itu menjadi bagian yang penting untuk dipelihara dan dikembangkan di negeri ini,” terang Kepala Humas PPMI Assalaam, Qomarudin.

Pentas Mahakarsa ini merupakan salah satu gambaran terhadap sebuah proses yang selama ini dijalankan oleh santri kelas XII. Nantinya ini bisa menginspirasi adik-adik santrinya agar kedepan bisa mengikuti jejaknya dengan menampilkan pentas karya seni.

“Ini bagian dari proses pendidikan yang kami berikan kepada santri. Supaya bisa menjadi contoh bagi adik-adik santrinya agar bisa berkreasi menghasilkan karya seni,” imbuh dia.

Terpisah salah satu wali santri, Syamsul mengaku senang dan banggsa dengan karya seni dipentaskan santri. “Ini diluar dugaan, tidak seperti persepsi kebanyakan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa santri hanya belajar agama,” pungkasnya. (Ari Welianto)

 

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here